Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bos BI Pastikan Cadangan Devisa RI Masih Kuat Jaga Stabilitas Rupiah

        Bos BI Pastikan Cadangan Devisa RI Masih Kuat Jaga Stabilitas Rupiah Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bank Indonesia (BI) menegaskan posisi cadangan devisa Indonesia masih memadai untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah apabila tekanan terhadap mata uang domestik terus berlanjut.

        Berdasarkan data BI, cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 tercatat sebesar US$144,9 miliar. Jumlah tersebut menurun dibandingkan posisi akhir April 2026 yang mencapai US$146,2 miliar.

        Gubernur BI, Perry Warjiyo, memastikan level cadangan devisa saat ini masih berada jauh di atas batas kecukupan yang direkomendasikan lembaga internasional.

        “Lebih dari cukup. Gini, caranya gini. BI itu selalu mengukur berapa jumlah cadangan devisa yang cukup. Ada indikator yang dikeluarkan IMF, yang disebut adequacy reserve asset,” kata Perry di kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6/2026). 

        Perry menjelaskan, indikator tersebut digunakan untuk mengukur kemampuan cadangan devisa dalam menghadapi tekanan eksternal, termasuk mengantisipasi pelemahan rupiah yang signifikan.

        Baca Juga: Cadangan Devisa RI Turun Jadi US$144,9 Miliar pada Mei 2026

        Baca Juga: Gubernur BI Bongkar Alasan Tiba-tiba Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50%

        Ia mengatakan, hasil pengukuran BI menunjukkan tingkat kecukupan cadangan devisa Indonesia saat ini masih berada di atas 115 persen dari standar yang direkomendasikan.

        “Kami ukur-ukur itu dan sekarang masih lebih dari 115 persen. Jadi masih lebih dari cukup itu,” tuturnya.

        Selain memenuhi indikator kecukupan cadangan devisa internasional, posisi devisa Indonesia juga dinilai kuat karena mampu membiayai kebutuhan impor dalam jangka waktu enam bulan.

        “Jadi jangan khawatir jumlah cadangan devisa lebih dari cukup,” pungkasnya. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: