Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pertamax Naik 32%, Netizen di X Panik Skenario Terburuk

        Pertamax Naik 32%, Netizen di X Panik Skenario Terburuk Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Media sosial, khususnya platform X, ramai membicarakan kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamax (RON 92) sebesar 32,11% mulai Rabu, 10 Juni 2026. 

        Harga Pertamax melonjak dari yang sebelumnya Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter, atau mengalami kenaikan sebesar Rp3.950 per liter.

        Selain itu, Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan harga dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter. Sementara Pertamax Turbo (RON 98) tetap di harga Rp20.750 per liter, sama seperti penyesuaian 1 Juni 2026.

        Seorang pengguna X dengan akun @abdul****** menilai kenaikan ini wajar karena harga minyak dunia sedang melambung akibat konflik Iran–Amerika Serikat.

        "Pantes gw berapa hari ini nyari bensin di BP kosong mulu.. Ini sebenarnya dinaikkan karena harga minyak sudah tinggi dari sononya," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (10/6)

        Namun ia khawatir masyarakat akan beralih ke BBM subsidi Pertalite, sehingga membebani APBN.

        "Cuman kalau pertamax sudah semahal ini. Khawatirnya orang-orang bakal beralih ke Pertalite. Terutama kelas menengah tanggung. Antrian buat beli pertalite bakal membludak ini guys.. Dan lagi lagi..subsidi APBN ke pertalite bakal membengkak," imbuhnya.

        Sementara itu, netizen lain dengan akun @sibam*** memprediksi skenario terburuk dari kenaikan harga Pertamax tersebut, yang berpotensi memicu kekacauan.

        "Worst scenario: 1) kelas menengah terhimpit, terpaksa beli pertalite, stok menipis, langka, chaos. 2) hanya mobil di bawah 1.500cc yang boleh ambil pertalite, mobil di bawah 1.500cc bekas laris, dijadikan mobil kedua, dipakai untuk nyetok pertalite, pertalite langka, chaos. 3) kelas menengah terhimpit, daya beli menurun, kpr macet, bank kurang uang, harga properti anjlok, chaos," tegasnya.

        Sebelumnya, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan penyesuaian harga dilakukan setelah koordinasi dengan pemerintah dan evaluasi berkala.

        Baca Juga: Untuk Pertama Kalinya, Israel Tuntut Pengosongan Kawasan Kristen di Tengah Perang Iran dan Amerika

        “Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” ujar Roberth, dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).

        Pertamina memastikan stok Pertamax dan Pertamax Green tersedia di seluruh SPBU Indonesia.

        "Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina," kata Roberth.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: