Amerika Berikan Ultimatum ke Iran: Terima Kesepakatan atau Bersiap Diserang Lagi
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan ultimatum baru kepada Iran di tengah memanasnya konflik kedua negara. Trump menegaskan Washington akan terus melancarkan serangan jika Teheran tidak segera menerima kesepakatan yang dianggap memadai oleh Amerika Serikat.
Trump menegaskan operasi militer terhadap Iran belum berakhir. Pernyataan tersebut disampaikan Trump sehari setelah militer Amerika melancarkan serangan terhadap sejumlah target Iran sebagai respons atas insiden jatuhnya helikopter Apache milik AS.
Baca Juga: 'Mereka Takut Diganti,' Prabowo Disebut Kunci Terungkapnya Korupsi Dadan Hindayana di MBG
"Kami menghantam mereka dengan keras kemarin dan kami akan menghantam mereka dengan keras lagi hari ini," kata Trump, dikutip Kamis (11/6).
Menurut Trump, pemerintahannya telah berupaya bernegosiasi dengan Iran selama berbulan-bulan. Namun hingga kini, kesepakatan yang diinginkan Washington belum tercapai.
"Saya sudah bekerja dengan Iran selama beberapa bulan dan mereka seharusnya menandatangani kesepakatan itu," ujarnya.
Trump menekankan bahwa Amerika Serikat tidak menginginkan kesepakatan simbolis atau kompromi setengah hati. Ia bahkan secara khusus menyinggung kesepakatan nuklir era Presiden Barack Obama yang selama ini menjadi sasaran kritiknya.
"Kami ingin kesepakatan yang berarti. Kami ingin kesepakatan yang benar-benar bekerja. Kami tidak ingin hanya mendapatkan kesepakatan seperti JCPOA milik Barack Obama, kesepakatan terburuk," tegas Trump.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Washington kini menggabungkan tekanan diplomatik dan tekanan militer secara bersamaan terhadap Teheran.
Di sisi lain, pasar global mulai merespons meningkatnya ketegangan tersebut. Harga minyak dunia kembali menguat setelah Trump membuka kemungkinan operasi militer lanjutan terhadap Iran apabila proses negosiasi terus mengalami kebuntuan.
Pemerintahan Trump juga berulang kali menuduh Iran sengaja mengulur waktu dalam pembicaraan damai sambil berharap tekanan internasional terhadap Amerika berkurang.
Baca Juga: Termasuk Pusat Komando, Iran Hancurkan Hanggar Jet Tempur F-35 Milik Amerika Serikat
Namun pesan terbaru dari Gedung Putih menunjukkan posisi Washington semakin keras. Bagi Trump, pilihan yang tersedia bagi Iran kini semakin sempit: menerima kesepakatan versi Amerika atau menghadapi risiko serangan militer tambahan dalam waktu dekat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: