Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Serangan Drone Iran Makin Presisi, Badan Intelijen Amerika Sampai Kebingungan Cari Dalangnya

Serangan Drone Iran Makin Presisi, Badan Intelijen Amerika Sampai Kebingungan Cari Dalangnya Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kemampuan Iran melancarkan serangan drone kini menjadi perhatian serius usai mereka sukses melakukan serangan terhadap fasilitas intelijen dari Amerika Serikat (AS). Tingkat akurasi serangan yang dinilai semakin tinggi membuat komunitas intelijen sampai melakukan penyelidikan untuk mencari tahu apakah mereka dibantu oleh Rusia.

Mengutip Laporan Times of Israel, Kamis (23/7/2026) Analis Intelijen Amerika Serikat  tengah menelusuri kemungkinan adanya dukungan teknologi maupun informasi penentuan sasaran dari Moskow ke Iran.

Baca Juga: Mahfud MD: Tamparan Hotman Paris ke Prabowo Bukanlah Pelanggaran Hukum, Kecuali Presiden Merasa...

Dugaan itu muncul setelah adanya serangan drone terhadap sejumlah fasilitas milik Central Intelligence Agency (CIA) di Timur Tengah. Serangan drone tersebut disebut-sebut dilakukan dengan tingkat presisi yang dinilai tidak biasa.

Badan Intelijen Amerika sendiri belum memperoleh kesimpulan pasti mengenai keterlibatan Rusia. Namun efektivitas serangan serta kemampuan drone menghantam target secara akurat menjadi salah satu alasan utama yang mendorong penyelidikan tersebut.

Selain itu, hubungan kerja sama militer dan teknis yang semakin erat antara kedua negara juga disebut menjadi faktor yang memperkuat dugaan adanya bantuan dari Moskow.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa para pejabat sebenarnya telah mengakui adanya bantuan dari Rusia ke Iran. Bantuan tersebut meski belum jelas, namun salah satunya bisa dipastikan berupa penentuan sasaran dalam sejumlah serangan terhadap kepentingan dari Amerika di Timur Tengah.

Namun, penyelidikan khusus mengenai dugaan keterlibatan tersebut baru terungkap ke publik melalui laporan terbaru tersebut. Sejumlah sumber menyebut sedikitnya dua fasilitas rahasia menjadi sasaran serangan pada Maret 2026.

Salah satu lokasi yang terdampak adalah Stasiun Central Intelligence Agency di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi. Sementara lokasi lainnya berada di Irak Timur.

Beberapa narasumber juga mengklaim terdapat fasilitas lain yang ikut menjadi sasaran serangan. Namun, mereka tidak bersedia mengungkap rincian lokasi maupun tingkat kerusakan yang terjadi.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai dampak operasional yang ditimbulkan akibat serangan tersebut. Penyelidikan Washington ini menunjukkan besarnya perhatian mereka terhadap perkembangan kemampuan militer, khususnya di bidang teknologi drone, yang dimiliki oleh Iran.

Jika Rusia benar-bentar terlibat, hal tersebut diperkirakan akan semakin memperumit hubungan antara Washington, Moskow, dan Teheran. Diketahui hubungan mereka memang sudah berada dalam tensi tinggi akibat berbagai konflik geopolitik.

Baca Juga: UGM Ingatkan Prabowo: Kalangan Profesor Tak Akan Gentar Bayar Rp5 Juta Demi Tinggalkan Indonesia

Di sisi lain, belum ada tanggapan resmi soal laporan terkait dari Iran dan Rusia. Kedua negara juga belum memberikan klarifikasi atas dugaan pasokan teknologi drone canggih atau data penentuan sasaran untuk menghancurkan fasilitas intelijen dari Amerika Serikat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar