Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tanggapi Ancaman Terbaru Iran, Trump: Amerika Serikat Tak Butuh Selat Hormuz

Tanggapi Ancaman Terbaru Iran, Trump: Amerika Serikat Tak Butuh Selat Hormuz Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat (AS) menegaskan negaranya tidak bergantung pada Selat Hormuz. Pihaknya menegaskan bisa menjaga ketahanan energinya sendiri di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan negaranya memiliki kapasitas produksi minyak yang sangat besar sehingga tidak membutuhkan jalur pelayaran strategis tersebut untuk memenuhi kebutuhan energi domestik. Ia menyebut negara tidak berada dalam posisi yang bergantung pada Selat Hormuz.

Baca Juga: Mahfud MD: Tamparan Hotman Paris ke Prabowo Bukanlah Pelanggaran Hukum, Kecuali Presiden Merasa...

"Digabung dengan Venezuela, kami menguasai sekitar 62 persen pasar minyak dunia. Jadi kami tidak membutuhkan selat, kami tidak membutuhkan apa pun, kami tidak membutuhkan Selat Hormuz," kata Trump, dikutip dari Fox News, Kamis (23/7/2026).

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa perhatiannya terhadap kawasan tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan pasokan energi. Menurutnya, Washington memiliki kepentingan strategis yang lebih besar, yakni memastikan senjata nuklir tidak akan pernah dimiliki oleh Iran.

"Tetapi kami melakukannya karena memang harus. Kami tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir," ujar Trump.

Politikus itu juga mengklaim bahwa negaranya berada dalam posisi yang unggul dalam menghadapi Iran. Ia menilai berbagai langkah yang dilakukannya telah berhasil membatasi kemampuan mereka untuk mengancam kepentingan dari Amerika Serikat.

"Kami juga sedang menang melawan mereka dan kami memastikan mereka tidak akan pernah bisa melakukan kepada kami apa yang telah mereka lakukan kepada begitu banyak pihak," kata Trump.

Sebelumnya Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf menyatakan negaranya tidak akan tinggal diam apabila keamanan nasional terus mendapat ancaman. Ia mengatakan jika keamanan negaranya tidak dijamin, maka hal itu juga akan dialami oleh seluruh infrastruktur strategis di Timur Tengah.

"Persamaan perang ini jelas: semua atau tidak sama sekali. Tidak seorang pun akan dapat menjual minyak di kawasan jika kami sendiri tidak dapat melakukannya. Jika keamanan kami tidak terjamin, tidak ada infrastruktur yang akan aman," ungkap Qalibaf.

Baca Juga: UGM Ingatkan Prabowo: Kalangan Profesor Tak Akan Gentar Bayar Rp5 Juta Demi Tinggalkan Indonesia

Adapun Selat Hormuz sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling strategis bagi distribusi minyak global. Karena itu, setiap eskalasi ketegangan di kawasan tersebut kerap menjadi perhatian pelaku pasar energi dunia dan memengaruhi sentimen terhadap harga minyak internasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar