Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Disebut dalam Kasus Korupsi Badan Gizi, Pimpinan KPK Buka Suara

        Disebut dalam Kasus Korupsi Badan Gizi, Pimpinan KPK Buka Suara Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Fitroh Rohcahyanto, membantah keras kabar yang menyebut namanya tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya.

        Nama Fitroh dikaitkan dengan dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah diusut oleh Kejaksaan Agung.

        Fitroh menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki hubungan personal dengan Sony Sonjaya, yang kini telah ditetapkan sebagai salah satu tersangka dalam perkara tersebut.

        Ia juga membantah pernah melakukan komunikasi mengenai pengadaan atau pembelian titik dapur untuk Program MBG.

        "Saya tidak kenal secara personal dengan Sony dan saya tidak pernah komunikasi untuk minta titik dapur apalagi membeli titik karena saya tidak bisnis dapur," kata Fitroh saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

        Senada dengan Fitroh, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo meluruskan bahwa terdapat dua versi informasi yang beredar di media sosial.

        Berdasarkan penelusuran KPK, dokumen atau daftar nama yang memuat rincian sumber dan dugaan peran sejumlah pihak dalam perkara MBG tersebut sebenarnya sama sekali tidak mencantumkan nama pimpinan maupun pegawai KPK.

        Mengenai yayasan milik Fitroh yang ikut terseret dalam isu ini, Budi mengklarifikasi bahwa yayasan tersebut didirikan jauh sebelum pemerintah mencanangkan Program MBG. Pihak KPK memastikan Fitroh tidak mengambil keuntungan materiil apa pun dari yayasan tersebut.

        "Yayasan ini fokus bergerak dalam berbagai kegiatan sosial, seperti pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar," ujar Budi di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).

        Sebelumnya, kasus ini mencuat ke publik setelah tersangka utama, Inspektur Jenderal (Purnawirawan) Sony Sonjaya, menyatakan bakal mengajukan diri sebagai justice collaborator (saksi pelaku yang bekerja sama).

        Mantan Wakil Kepala BGN itu berjanji akan membongkar dan mengungkap seluruh nama yang diduga terlibat dalam pusaran korupsi program ketahanan pangan tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: