Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        KPK Resmi Tahan 2 Orang Baru Pasca Operasi Tangkap Tangan Pegawai BPK

        KPK Resmi Tahan 2 Orang Baru Pasca Operasi Tangkap Tangan Pegawai BPK Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Komisi Pemberantasan Korupsi resmi melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka baru. Penahanan tersebut dilakukan pasca operasi tangkap tangan terhadap sejumlah pegawai Badan Pemeriksa Keuangan.

        Operasi tangkap tangan ini merupakan kelanjutan dari penyidikan kasus suap sebelumnya. Kasus korupsi tersebut melibatkan Bupati Muara Enim nonaktif bernama Edison.

        Tersangka pertama yang ditahan oleh pihak penyidik merupakan seorang aparatur sipil negara. Tersangka tersebut bernama Titin yang diketahui bertugas di instansi Badan Pemeriksa Keuangan.

        Tersangka kedua yang ikut ditahan berasal dari klaster pihak swasta. Tersangka dari sektor swasta tersebut diketahui bernama Angga.

        Pihak komisi antirasuah awalnya mengamankan lima orang yang berstatus sebagai aparatur sipil negara. Penangkapan para pegawai tersebut berkaitan erat dengan proyek pengadaan papan tulis pintar.

        Proyek pengadaan fasilitas digital tersebut berlokasi di wilayah Kabupaten Muara Enim. Duit suap diduga diberikan untuk memutihkan hasil temuan penyimpangan anggaran oleh tim pemeriksa.

        "Sejauh ini berkaitan dengan untuk menutup temuan-temuan BPK berkaitan dengan pengadaan yang ada di Pemkab Muara Enim," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, Rabu (10/6/2026). Salah satu obyek korupsi yang disorot adalah pengadaan televisi pintar.

        Pihak penyidik menduga ada aliran dana haram dari jajaran pemerintah kabupaten menuju pihak pemeriksa keuangan. Namun pihak komisi antirasuah belum merinci total nilai uang yang mengalir ke oknum lembaga tersebut.

        "Jadi pihak-pihak yang diamankan ini total ada 11," ujar Budi menambahkan keterangan kepada wartawan. Enam orang di antaranya merupakan para pelaku yang terjaring dalam operasi senyap pada hari sebelumnya.

        Sementara itu lima orang lainnya merupakan para pelaku baru yang ikut diamankan petugas. Kelima orang yang baru ditangkap tersebut seluruhnya berstatus sebagai aparatur sipil negara dari lembaga pemeriksa.

        Baca Juga: Disebut dalam Kasus Korupsi Badan Gizi, Pimpinan KPK Buka Suara

        Pihak penyidik sebelumnya telah menjebloskan empat orang tersangka ke dalam sel tahanan. Para tahanan terdahulu meliputi Bupati Muara Enim Edison beserta Sekretaris Dinas Pendidikan Abi Nurwardani.

        Petugas juga menahan Adi Triyadi yang merupakan keponakan dari sang bupati. Tersangka terakhir dari klaster awal adalah Cory Erin Hardi selaku tenaga pemasaran perusahaan rekanan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: