- Home
- /
- News
- /
- Megapolitan
Ribuan Personel Gabungan Kawal Aksi Demo Mahasiswa di Jakarta Tanpa Senjata Api
Kredit Foto: Andi Hidayat
Sebanyak 6.088 personel gabungan dari unsur TNI dan Polri dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi demonstrasi mahasiswa di sejumlah titik strategis ibu kota pada hari ini. Seluruh petugas yang bertugas di lapangan dipastikan tidak dibekali dengan senjata api demi menjaga kondusivitas.
Pasukan pengamanan tersebut merupakan gabungan dari personel Polda Metro Jaya, Korps Brimob, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga jajaran TNI. "Untuk jumlah personel gabungan TNI-Polri sejumlah 6.088 personel," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di Gedung DPR/MPR.
Pihak kepolisian melakukan pemetaan pengamanan di empat titik lokasi konsentrasi massa di wilayah Jakarta. Kawasan yang menjadi fokus penjagaan meliputi area luar gedung DPR/MPR RI, Bundaran HI, kawasan Patung Kuda, hingga Cikini Raya.
Kehadiran aparat keamanan ditujukan untuk mengawal agar proses penyampaian pendapat di muka umum dapat berjalan secara aman. "Penyampaian aspirasi kepada publik ini dilindungi oleh undang-undang. Jadi, kehadiran petugas Polri dan TNI di dalam melaksanakan pelayanan pengamanan ini untuk menjamin aspirasi yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa ini tersampaikan dengan baik," ujar Kombes Budi Hermanto.
Seluruh personel yang diterjunkan ke area publik telah diinstruksikan untuk selalu mengedepankan sikap yang sabar serta humanis. Petugas juga dilarang keras untuk membawa senjata api sesuai dengan arahan langsung dari Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri.
"Tadi kita sama-sama mendengarkan direktif Bapak Kapolda Metro Jaya menekankan, bahwa petugas yang melaksanakan pelayanan pengamanan penyampaian aspirasi di muka umum harus sabar, humanis, tidak terprovokasi," ungkap Kombes Budi Hermanto menjelaskan. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan tidak ada tindakan represif selama kegiatan unjuk rasa berlangsung.
Baca Juga: Ada Demo Akbar BEM UI di Bundaran HI, Ini Daftar Rute Alternatif untuk Pengendara
Aparat keamanan turut mengimbau para peserta aksi agar tetap menjaga ketertiban serta menghormati hak para pengguna jalan lainnya. Mahasiswa diminta waspada terhadap potensi masuknya kelompok luar yang sengaja ingin memicu kerusuhan di tengah massa.
"Juga kami mengingatkan untuk adik-adik mahasiswa ataupun komponen elemen lainnya, memperhatikan sekitar kiri-kanan, tidak ada kelompok-kelompok lain yang ikut masuk memprovokasi atau menunggangi aksi-aksi penyampaian pendapat ini," pungkasnya menegaskan. Kegiatan pengamanan dilaporkan akan terus berjalan secara persuasif hingga seluruh elemen mahasiswa membubarkan diri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: