Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Komdigi Dorong Lulusan SMK Jadi Teknisi Jaringan Digital di Daerah

        Komdigi Dorong Lulusan SMK Jadi Teknisi Jaringan Digital di Daerah Kredit Foto: Komdigi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkuat upaya menyiapkan tenaga kerja muda di sektor infrastruktur digital melalui pelatihan jaringan fiber optik bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Program ini diharapkan dapat menciptakan talenta lokal yang siap mengisi kebutuhan tenaga kerja telekomunikasi di daerah masing-masing.

        Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pembangunan infrastruktur digital harus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, termasuk membuka peluang kerja baru.

        Menurutnya, pemerintah ingin memastikan kebutuhan tenaga teknis untuk pembangunan dan pemeliharaan jaringan telekomunikasi dapat dipenuhi oleh sumber daya manusia lokal tanpa harus mendatangkan tenaga kerja dari daerah lain.

        “Ke depan kita punya konsep bahwa jaringan-jaringan fiber optik di berbagai daerah tidak perlu lagi dikirim tenaga kerjanya dari Jawa atau dari daerah lain. Kalau di sini talentanya sudah mampu, maka ini menjadi lapangan kerja baru bagi teman-teman yang ada di daerah,” ujar Meutya saat membuka Pelatihan Jaringan Fiber Optik bagi siswa SMK di SMK Multi Karya Medan, Sumatera Utara, dikutip Minggu (14/6/2026).

        Pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi Komdigi dalam menyiapkan talenta digital yang mampu mendukung perluasan infrastruktur telekomunikasi nasional. Selain meningkatkan keterampilan teknis siswa, program ini juga ditujukan untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan internet di Indonesia.

        Meutya mengungkapkan rata-rata masyarakat Indonesia menggunakan internet hingga delapan jam per hari. Dari sekitar 230 juta pengguna internet di Indonesia, sebanyak 60% hingga 70% berasal dari kelompok usia muda.

        Karena itu, ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem yang menjaga dan mengembangkan infrastruktur digital.

        “Anak-anak mudalah yang paling banyak memanfaatkan teknologi ini. Karena itu, kita berharap mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pihak yang merawat infrastruktur yang mendukung konektivitas tersebut,” katanya.

        Pemerintah, lanjut Meutya, terus memperluas akses internet ke berbagai wilayah, terutama daerah yang masih mengalami keterbatasan konektivitas. Seiring bertambahnya jaringan yang dibangun, kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kemampuan instalasi, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan telekomunikasi diperkirakan akan terus meningkat.

        Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi Wayan Toni Supriyanto mengatakan pengembangan infrastruktur digital tidak hanya bergantung pada pembangunan perangkat dan jaringan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang kompeten.

        “Penggelaran infrastruktur digital tidak hanya soal perangkat dan kabel, tetapi juga sumber daya manusia. Karena itu kami melihat pelatihan seperti ini penting untuk menyiapkan tenaga-tenaga terampil yang nantinya dapat mendukung pembangunan dan pemeliharaan jaringan di daerah masing-masing,” ujar Wayan.

        Ia menambahkan, perkembangan teknologi telekomunikasi yang semakin mengandalkan jaringan fiber optik membuka peluang kerja dan usaha baru di berbagai daerah, baik sebagai teknisi maupun mitra penyelenggara layanan telekomunikasi.

        Pelatihan di Medan tersebut diikuti 40 peserta yang terdiri atas 20 siswa SMK Multi Karya Medan dan 20 siswa SMK Negeri 4 Medan. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai instalasi, penyambungan (splicing), pengujian, hingga pemeliharaan jaringan fiber optik sesuai standar industri.

        Baca Juga: Jangan Khawatir Ketinggalan! Komdigi Siapkan 200 Titik Nobar Baru Piala Dunia

        Baca Juga: Nezar Patria Nilai Biaya Internet Indonesia Masih Terlalu Mahal

        Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan vokasi, Komdigi juga menyerahkan perangkat praktik instalasi fiber optik kepada kedua sekolah tersebut. Selain pelatihan tatap muka, peserta dapat melanjutkan pembelajaran melalui platform Learning Management System (LMS) yang disediakan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital.

        Program ini sekaligus mendukung target pemerintah meningkatkan penetrasi layanan fixed broadband menjadi 50% populasi Indonesia pada periode 2025–2029. Saat ini, tingkat penetrasi layanan tersebut masih berada di kisaran 25% populasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: