- Home
- /
- EkBis
- /
- Transportasi
Pengamat Nilai Kualitas Layanan KAI Kini Mampu Bersaing dengan Negara Maju
Kredit Foto: KAI
Transformasi layanan yang dijalankan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dalam beberapa tahun terakhir dinilai berhasil meningkatkan kualitas transportasi publik sekaligus menjadikan perusahaan sebagai salah satu acuan pelayanan bagi berbagai sektor. Konsistensi menghadirkan layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan berorientasi pada pelanggan disebut menjadi faktor utama di balik meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel.
Akademisi dan Pengamat Transportasi Darat, Djoko Setijowarno, mengatakan keberhasilan transformasi KAI tidak terlepas dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga kualitas layanan dan melakukan berbagai inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Konsistensi dalam menghadirkan layanan berkualitas membuat banyak perusahaan menjadikan KAI sebagai sumber inspirasi, tidak hanya perusahaan transportasi,” ujar Djoko dalam podcast bertajuk Menilik Transformasi Pelayanan Kereta Api di Indonesia. Sudah Setara Global! di Marketeers TV.
Menurutnya, kualitas layanan transportasi publik di Indonesia saat ini telah menunjukkan daya saing yang kuat jika dibandingkan dengan sejumlah negara maju. KAI dinilai berhasil mengelola sistem transportasi yang tertib dan berfokus pada pengalaman pelanggan.
Djoko menilai keberhasilan tersebut tidak hanya ditopang oleh investasi teknologi dan infrastruktur, tetapi juga oleh tingkat kedisiplinan pengguna transportasi publik yang relatif baik. Ia mencontohkan masih adanya praktik pengguna yang menerobos gerbang masuk untuk menghindari pembayaran tiket di sejumlah kota besar dunia, sementara fenomena serupa relatif jarang ditemukan di Indonesia.
Pengalaman studi banding ke berbagai negara juga menunjukkan bahwa sejumlah layanan transportasi publik di Indonesia telah berkembang pesat dan memiliki kualitas yang kompetitif. Dalam konteks tersebut, layanan KAI dinilai menjadi salah satu representasi keberhasilan peningkatan standar pelayanan transportasi nasional.
Salah satu aspek yang disoroti adalah penyediaan fasilitas musala di stasiun. Menurut Djoko, fasilitas tersebut menjadi bentuk penyesuaian layanan terhadap kebutuhan masyarakat Indonesia dan tidak banyak ditemukan di negara lain.
“Fasilitas seperti ini tidak banyak ditemukan di negara lain. Bahkan, stasiun perkotaan yang dilengkapi fasilitas musala dengan standar layanan yang baik kemungkinan hanya dapat ditemukan di Indonesia. Kehadiran fasilitas tersebut menunjukkan bahwa layanan KAI tidak hanya berfokus pada aspek operasional, tetapi juga mampu memahami kebutuhan sosial dan budaya masyarakat yang dilayaninya,” kata dia.
Selain peningkatan fasilitas fisik, KAI juga terus melakukan digitalisasi layanan. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah fitur Female Seat Map pada aplikasi Access by KAI yang memungkinkan penumpang perempuan memilih tempat duduk bersebelahan dengan sesama perempuan melalui integrasi data Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang mendeteksi gender secara otomatis.
Inovasi digital, peningkatan kenyamanan perjalanan, serta perbaikan fasilitas stasiun dinilai memperkuat posisi KAI sebagai salah satu operator transportasi publik dengan tingkat pelayanan yang semakin kompetitif.
Baca Juga: KAI Ubah Moda Transportasi Kereta Menjadi Ruang Beriklan Masa Depan
Baca Juga: Hore! KAI Tebar Diskon Kereta 30% Selama Libur Sekolah, Cek Ketentuannya
Djoko menambahkan bahwa perkembangan layanan transportasi publik di Jakarta saat ini juga telah menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan operator transportasi di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, praktik pengelolaan transportasi perkotaan di Indonesia sudah mampu menjadi referensi tanpa harus selalu mengacu pada contoh dari luar negeri.
“Dalam konteks tersebut, layanan KAI menjadi salah satu bukti nyata bahwa kualitas layanan yang dibangun secara konsisten dapat berkembang dari sekadar sarana transportasi menjadi sumber inspirasi bagi berbagai sektor pelayanan publik di Indonesia,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: