Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'Era Baru di Timur Tengah,' Ini Fakta hingga Detail Kesepakatan Iran-Amerika yang Mengubah Kawasan

        'Era Baru di Timur Tengah,' Ini Fakta hingga Detail Kesepakatan Iran-Amerika yang Mengubah Kawasan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Timur Tengah disebut memasuki babak baru setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan damai yang mengakhiri lebih dari 100 hari konflik dan membuka jalan bagi stabilitas baru di kawasan paling strategis bagi energi dunia.

        Kesepakatan yang diumumkan secara beruntun oleh Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif serta sejumlah pejabat Iran itu dipandang sebagai salah satu terobosan diplomatik paling signifikan dalam beberapa dekade terakhir.

        Baca Juga: 'Trump Harus Kendalikan Netanyahu,' Israel Dituding Jadi Tantangan Besar Perdamaian Iran dan Amerika

        Bahkan, Kedutaan Besar Iran di Turki menyebut momen ini sebagai lahirnya "Timur Tengah era baru" dengan mengunggah gambar bendera Iran di atas motif batu Selat Hormuz disertai tulisan: Welcome to the Middle East of a new era.

        Perang Berakhir Setelah Lebih dari 100 Hari

        Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menjadi pihak pertama yang mengumumkan tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran. Menurutnya, kedua negara telah menyepakati penghentian operasi militer secara permanen di seluruh front konflik, termasuk di Lebanon.

        Iran kemudian mengonfirmasi bahwa penghentian perang akan diumumkan secara resmi pada awal pekan ini.

        Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, menyatakan berakhirnya operasi militer akan segera diumumkan dan menjadi dasar dimulainya pembicaraan teknis lanjutan.

        Trump Umumkan Selat Hormuz Dibuka Kembali

        Presiden Donald Trump menyebut perjanjian dengan Iran telah rampung dan akan ditandatangani secara resmi pada Jumat mendatang.

        Trump juga mengumumkan dua keputusan penting yang berpotensi mengubah perekonomian global, yakni pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade laut AS terhadap Iran.

        "Perjanjian dengan Republik Islam Iran kini telah selesai," tulis Trump.

        Ia juga menyatakan pembukaan Selat Hormuz akan dilakukan tanpa pungutan dan blokade angkatan laut AS akan segera dicabut.

        Pembukaan jalur pelayaran tersebut dinilai sangat krusial karena sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melintasi Selat Hormuz.

        Ini 14 Poin Kesepakatan Damai

        Menurut laporan kantor berita Iran, Mehr, draf nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara AS dan Iran memuat 14 poin utama. Sejumlah poin penting yang disebut masuk dalam rancangan perjanjian antara lain:

        • Penghentian permanen dan segera seluruh operasi militer, termasuk di Lebanon.

        • Pencabutan penuh blokade laut AS dalam waktu 30 hari.

        • Pembukaan kembali Selat Hormuz.

        • Komitmen AS menarik pasukannya dari sekitar wilayah Iran.

        • Penangguhan sanksi terhadap penjualan minyak Iran.

        • Penyelesaian kesepakatan final terkait isu nuklir dalam waktu 60 hari setelah penandatanganan.

        • Pencairan aset Iran yang dibekukan sebesar 24 miliar dolar AS.

        • Pelepasan bertahap pembatasan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

        Iran juga dikabarkan tidak akan memulai negosiasi final sebelum setidaknya setengah dari aset yang dibekukan tersebut dicairkan dan pembatasan di Selat Hormuz dicabut.

        Menariknya, isu program rudal Iran dan dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok perlawanan di kawasan disebut telah dikeluarkan dari agenda perundingan.

        Pakistan, Qatar, Arab Saudi dan Turki Jadi Kunci Perdamaian

        Pakistan memainkan peran sentral sebagai mediator dalam pembicaraan tidak langsung antara Iran dan AS. Selain Islamabad, Qatar, Arab Saudi, dan Turki juga disebut berkontribusi besar dalam menciptakan kondisi yang memungkinkan tercapainya kesepakatan.

        Sharif mengumumkan penandatanganan resmi akan dilaksanakan di Swiss pada 19 Juni mendatang, disusul serangkaian pembicaraan teknis sepanjang pekan ini.

        Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut pembukaan Selat Hormuz dan nota kesepahaman AS-Iran sebagai langkah penting menuju perdamaian berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi regional maupun global.

        JD Vance Sebut Timur Tengah Memasuki Era Baru

        Wakil Presiden AS JD Vance menilai kesepakatan tersebut berpotensi membuka era baru bagi Timur Tengah.

        "Apa yang dilakukan presiden adalah menciptakan ruang nyata untuk mentransformasi kawasan itu. Dan sekarang, mudah-mudahan, era baru bersama Iran," ujar Vance.

        Ia juga menegaskan salah satu tujuan utama Washington tetap sama, yakni memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

        Dampaknya Bisa Mengubah Peta Geopolitik Dunia

        Jika seluruh poin dalam kesepakatan berhasil diimplementasikan, Timur Tengah berpotensi memasuki periode stabilitas baru setelah bertahun-tahun dibayangi konflik.

        Pembukaan Selat Hormuz diperkirakan memperlancar arus energi global, mengurangi risiko lonjakan harga minyak, dan membuka peluang pemulihan ekonomi di kawasan.

        Baca Juga: 'Biar Mereka Gak pada Berantem,' Nanik S Deyang Bongkar Alasan Ditunjuk Prabowo Urus MBG

        Meski sejumlah detail perjanjian masih menunggu konfirmasi final, kesepakatan damai AS-Iran ini telah dipandang sebagai momentum yang berpotensi mengubah lanskap geopolitik Timur Tengah sekaligus menandai lahirnya sebuah era baru di kawasan tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: