Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bahas Program MBG Lagi, Purbaya Jadwalkan Pertemuan dengan BGN Pekan Ini

        Bahas Program MBG Lagi, Purbaya Jadwalkan Pertemuan dengan BGN Pekan Ini Ilustrasi: Dok. Kemenkeu
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bakal menggelar pertemuan dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang pada pekan ini.

        Pertemuan tersebut semula dijadwalkan berlangsung pada Minggu (14/6/2026). Namun, agenda itu terpaksa ditunda karena Purbaya dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke kediaman presiden di Kertanegara.

        “Sepertinya minggu ini. Kemarin (Kepala BGN) mau datang (bertemu Menkeu), tapi nggak jadi karena (Menkeu) dipanggil presiden,” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (15/6/2026).

        Meski demikian, Purbaya menyebut belum ada agenda pembahasan yang spesifik dalam pertemuan tersebut. Ia menegaskan belum dapat memastikan apakah diskusi nantinya akan menyinggung efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

        “Belum tentu (bahas efisiensi). Dia (Kepala BGN) mau ketemu saja,” ujarnya.

        Purbaya mengaku telah menerima informasi dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi terkait rencana pengurangan anggaran program MBG. Namun, ia belum mengungkapkan besaran potensi pemangkasan anggaran tersebut dan menegaskan akan menyesuaikan kebijakan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

        Sebelumnya, Prasetyo menyampaikan rencana pengurangan anggaran MBG usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

        Menurut dia, wacana pengurangan anggaran muncul setelah dilakukan perhitungan ulang dan pembenahan tata kelola program prioritas pemerintah tersebut. Hingga kini, pemerintah masih menghitung potensi efisiensi anggaran bersama Kementerian Keuangan dan BGN.

        Untuk tahun 2026, anggaran program MBG telah ditetapkan sebesar Rp268 triliun. Pemerintah menargetkan penataan menyeluruh program tersebut dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan ke depan.

        Di sisi lain, BGN juga tengah melakukan evaluasi terhadap skema insentif bagi Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

        Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan insentif SPPG yang selama ini diberikan sebesar Rp6 juta per hari akan disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat di masing-masing dapur.

        “Nanti itu termasuk ya. Setelah data penerima manfaat itu fix ya, kami harapkan nanti insentifnya enggak fix Rp6 juta semua,” kata Agustina di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (15/6/2026).

        Baca Juga: Demi Efisiensi, BGN Kaji Coret 8 Juta Siswa Sekolah Elite dari Daftar Penerima MBG

        Sebelumnya, seluruh SPPG menerima insentif dengan nominal yang sama, meskipun jumlah penerima manfaat yang dilayani berbeda.

        BGN menilai penyesuaian insentif diperlukan agar penggunaan anggaran menjadi lebih tepat sasaran dan mengurangi potensi pemborosan keuangan negara. Selain besaran insentif, BGN juga akan mengevaluasi model pemberian insentif dengan mempertimbangkan kualitas makanan, standar keamanan pangan, dan ketahanan pangan.

        Ketentuan mengenai insentif Rp6 juta per hari bagi SPPG saat ini diatur dalam Keputusan Kepala BGN RI Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang petunjuk teknis tata kelola penyelenggaraan program MBG tahun 2026. Aturan tersebut juga mengatur pemberian insentif harian, termasuk pada hari libur.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: