Kredit Foto: Istimewa
Pengamat politik Rocky Gerung menilai para menteri di Kabinet Merah Putih takut kepada Presiden Prabowo Subianto.
Rocky mencontohkan, ketika Prabowo meminta kritik dan diskusi, hampir tidak ada menteri yang berani merespons. Hanya Jumhur Hidayat, Menteri Lingkungan Hidup, yang berani mengangkat tangan dan menyampaikan interupsi.
"Presiden memperlihatkan prinsip bahwa — dia bilang sendiri — kritik saya, mari kita diskusi. Itu enggak ada yang tanggapi kan. Yang nanggapi ya Jumhur sama siapa — angkat tangan interupsi pada presiden — padahal dia bukan menteri kan," ucap Rocky dalam kanal YouTube Total Politik, dikutip Rabu (17/6).
Menurut Rocky, hal ini menunjukkan bahwa bukan Prabowo yang takut dikritik, melainkan para menterinya yang enggan membantah. Ia menilai sebagian besar menteri lebih sibuk menjaga posisi politiknya.
"Jadi mulai terlihat bahwa pikiran presiden takut dibantah oleh kabinet. Yang bermasalah adalah kabinet, bukan presidennya. Itu dari awal yang terjadi," terangnya.
Rocky menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih berupaya, tetapi karena bukan anggota partai politik, ia tidak punya kepentingan menjaga kursi.
Sementara menteri lain seperti Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) lebih berhati-hati demi kepentingan partai masing-masing.
"Yang mesti ngomong kan Bahlil, Zulhas — demi kepentingan PAN, demi kepentingan Golkar. Lama-lama semuanya takut. Takut apa? Ya takut dia bukan lagi jadi menteri dari PAN. Takut bukan jadi menteri dari Golkar. Itu aja muternya di situ," ungkapnya.
Baca Juga: Budiman Ungkap Pesan dari Lingkaran Prabowo Usai Ricuh di UGM: Jangan Takut, Jalan Terus
Karena merasa para menterinya tidak berani mengambil sikap, Prabowo akhirnya mengambil alih banyak keputusan sendiri.
"Presiden baca — "Ah, kalian payah, gua sendiri aja" — diambil alih tuh. Keterusan sekarang," tandas Rocky.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: