Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Curiga Kritikus Pemerintah Dibayar, Netizen Murka

        Prabowo Curiga Kritikus Pemerintah Dibayar, Netizen Murka Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Ardianto Satriawan, menyoroti klaim Presiden Prabowo Subianto bahwa orang-orang yang menghujat kinerja pemerintah di media sosial mendapat bayaran.

        Melalui akun X pribadinya, Ardianto menulis sindiran kepada warganet dengan bertanya sudah cair berapa bayaran untuk bulan Juni ini.

        Seperti diketahui, pada Juni 2026 media sosial ramai dengan kritik tajam terhadap kinerja dan kebijakan pemerintah, terutama terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

        "Selamat Pagi! Kalian sudah cair berapa bulan ini?' tulis Ardianto, dikutip Rabu (17/6).

        Seorang netizen dengan akun @salo* menanggapi keras tuduhan tersebut. Menurutnya, tanpa bukti jelas, pernyataan itu bisa dianggap sebagai fitnah.

        "Tahu dibayar tuh darimana deh pak. Kalo cuma asbun ya parah sih. Malah jatuhnya fitnah,' cuitnya di akun X pribadinya.

        Sementara itu, dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (7/1/2026), Prabowo menyampaikan kecurigaannya terhadap pihak-pihak yang kerap mengkritik pemerintah di media sosial. Menurutnya, bisa jadi mereka mendapatkan bayaran.

        Baca Juga: Netizen Harap MK Setop Dana Pendidikan Buat MBG: Bisa Sisa Rp40 Triliun

        "Ada elite kita sebagian yang kerjanya hanya ngejek, hujat, fitnah, nyinyir, nggak ada keberhasilan bangsa Indonesia, atlet-atlet kita berjuang, nggak ada mereka ucapan selamat, nggak ada mereka menghargai usaha pemerintah, malah selalu ngenyek, ini aneh ya, aneh ini kesehatan jiwa mereka itu agak aneh," ucap Prabowo.

        "Saya sendiri bingung, tapi biarlah, nggak ada urusan itu, saya kira sedikit mereka itu, mereka pintarnya hanya di sosial media, nggak jelas juga itu, jangan-jangan mereka dibayar," imbuhnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: