Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PLN Targetkan Gardu Induk 150 kV Konsumen Tegangan Tinggi Beroperasi 2027

PLN Targetkan Gardu Induk 150 kV Konsumen Tegangan Tinggi Beroperasi 2027 Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

PT PLN (Persero) menargetkan Gardu Induk (GI) 150 kV Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) Indorama dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Indorama Incomer mulai beroperasi pada awal 2027.

Infrastruktur tersebut akan membuka jalan bagi PT Indorama Synthetics Tbk dan PT Indorama Polychem Indonesia Tbk untuk menghentikan penggunaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) captive berbasis batu bara.

PLN melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) kini membangun GI 150 kV KTT Indorama beserta SUTT 150 kV Indorama Incomer yang mencakup tujuh tower transmisi.

Setelah proyek tersebut beroperasi, sistem kelistrikan PLN akan memasok seluruh kebutuhan listrik kedua perusahaan. Kondisi itu akan mengubah sumber energi listrik kawasan industri Indorama dari pembangkit mandiri menuju sistem kelistrikan PLN.

Saat ini, PT Indorama Synthetics Tbk mengoperasikan PLTU captive berkapasitas 1 x 32 MW. Sementara itu, PT Indorama Polychem Indonesia Tbk memiliki pembangkit captive berkapasitas 1 x 30 MW.

Kedua perusahaan akan menghentikan operasional PLTU captive setelah infrastruktur kelistrikan PLN beroperasi. Peralihan tersebut sekaligus mengurangi ketergantungan industri terhadap pembangkit listrik berbasis batu bara.

General Manager PLN UIP Jawa Bagian Tengah, Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan pembangunan GI dan jaringan transmisi tersebut memiliki peran strategis dalam mendorong dekarbonisasi industri.

“PLN tidak hanya membangun gardu induk dan jaringan transmisi, tetapi juga membangun fondasi bagi industri yang lebih hijau dan berkelanjutan. Ketika infrastruktur ini beroperasi pada awal 2027, kebutuhan listrik Indorama akan sepenuhnya dipasok oleh sistem kelistrikan PLN yang memiliki bauran energi baru terbarukan yang terus meningkat,” ujar Kishartanto, Selasa (18/8/2026).

Menurut Kishartanto, penghentian PLTU captive akan menekan emisi karbon dari penyediaan energi listrik bagi kegiatan industri. Peralihan pasokan juga akan meningkatkan pemanfaatan listrik dari sistem PLN yang terus mengembangkan bauran energi rendah karbon.

Kishartanto menilai proyek tersebut juga mendukung target Net Zero Emissions Indonesia sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

“Awal 2027 akan menandai dimulainya babak baru penyediaan energi bagi kawasan industri Indorama. Selain menghadirkan pasokan listrik yang andal dan berkualitas, proyek ini menjadi simbol transformasi menuju industri yang lebih hijau, kompetitif, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan listrik PLN yang semakin rendah emisi,” katanya.

Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 3 (UPP JBT 3) Haryo Wisnuaji mengatakan PLN menyiapkan desain dan konstruksi proyek sesuai standar keandalan sistem transmisi 150 kV.

“Pembangunan GI 150 kV KTT Indorama beserta SUTT 150 kV Indorama Incomer kami rancang untuk menghadirkan pasokan listrik dengan tingkat keandalan yang tinggi sesuai kebutuhan proses produksi industri,” kata Haryo.

Haryo menjelaskan infrastruktur tersebut akan terintegrasi dengan sistem transmisi PLN. Integrasi itu akan memberikan suplai listrik yang stabil, menjaga kualitas tegangan, dan memberikan fleksibilitas operasi yang lebih baik bagi pelanggan industri.

Peralihan pasokan listrik juga dapat memberikan manfaat bagi strategi bisnis Indorama. Selain menekan emisi gas rumah kaca, penggunaan listrik dari sistem PLN mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

Baca Juga: Jelang HUT Kemerdekaan RI, PLN Berhasil Pulihkan Sebagian Besar Kelistrikan Flores Pascabencana

Baca Juga: Pasokan Listrik Utama di Flores Kembali Normal, PLN Fokus Pulihkan Jaringan Distribusi Hingga ke Masyarakat

Kebutuhan pasar global terhadap produk dengan jejak karbon lebih rendah juga membuat penggunaan energi bersih semakin penting bagi industri. Karena itu, transisi pasokan listrik Indorama dapat memperkuat posisi produk Indonesia dalam rantai pasok global yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.

PLN menilai kolaborasi dengan sektor industri menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat transisi energi nasional. Melalui pembangunan infrastruktur transmisi dan gardu induk, PLN mendorong industri beralih dari pembangkit captive berbasis batu bara menuju pasokan listrik yang memiliki bauran energi rendah karbon.

"Dengan target operasi pada awal 2027, GI 150 kV KTT Indorama dan SUTT 150 kV Indorama Incomer menjadi bagian dari upaya PLN memperluas dukungan kelistrikan bagi industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah emisi,"pungkasnya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Dwi Aditya Putra