Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Targetkan 870 Ribu Hektare, Kementan Kucurkan Anggaran Rp10 Triliun untuk Megaproyek Pembibitan Nasional

        Targetkan 870 Ribu Hektare, Kementan Kucurkan Anggaran Rp10 Triliun untuk Megaproyek Pembibitan Nasional Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan anggaran jumbo untuk program pembibitan perkebunan nasional berskala raksasa. Megaproyek ini menargetkan pencetakan lahan produktif seluas 870 ribu hektare di seluruh penjuru Indonesia.

        Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan program pembibitan perkebunan ini menjadi anggaran pertanian yang terbesar dalam sejarah. Dia memastikan bahwa proses pengerjaan inisiatif strategis ini dilakukan secara bertahap.

        "Targetnya total adalah 870.000 hektar seluruh Indonesia. Komoditasnya kopi, kakao, tebu, kelapa, mete, pala, lada. Ini komoditas strategis yang demand-nya tinggi tingkat dunia,” jelas Amran dalam jumpa pers di kantor Kementan, Rabu (15/6/2026).

        Alumnus Universitas Hassanudin Makassar ini mengatakan, program pembibitan ini ditargetkan sudah memasuki masa panen dalam kurun waktu tiga tahun. Meski ditargetkan selama tiga tahun, lanjut Amran, program penanaman komoditas perkebunan ini diharapkan sebagai investasi untuk 30 hingga 60 tahun mendatang.

        “Kita kawal bersama karena ini adalah masa depan anak-cucu kita. Satu kali tanam seperti kelapa itu bisa panen sampai 30 sampai 60 tahun. Jadi ini kita kawal betul. Kenapa? Kalau salah di pembibitan, akan salah 30 tahun. Salah di pembibitan, akan salah 60 tahun,” katanya.

        Lebih lanjut, Amran menjelaskan dana yang dialokasikan pemerintah cukup besar untuk menyokong keberhasilan program pertanian tersebut.

        "Anggarannya Rp9,95 triliun, kurang lebih Rp10 triliun," tegas Amran.

        Menurut Amran, pelaksanaan distribusi aset bibit perkebunan ini nyatanya telah mulai direalisasikan sejak satu tahun sebelumnya. Sampai saat ini, Amran mengatakan distribusi bibit pun telah berjalan untuk dibagikan.

        "Sudah mulai, yang tahun lalu sudah. Yang tahun ini pembibitan, mudah-mudahan akhir tahun kita tanam lagi," terang Amran.

        Sebelumnya diketahui, rekor pencapaian fantastis pendapatan luar negeri dari sektor pertanian diyakini akan terus mengukir tren positif pada pembukuan tahun berjalan ini. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian, selain berhasil mengusung swasembada pangan berkelanjutan, kali ini ingin meningkatkan pendapatan negara non pajak melalui hasil eskpor pertanian saat nilai tukar Rupiah anjllok di hadapan Dollar Amerika Serikat. 

        Mentan Amran mengatakan situasi meningkatnya nilai tukar Rupiah seharusnya menjadi momen positif bagi para petani. Ia mengulas nilai total keuntungan ekspor dari produk pertanian pada tahun lalu sebesar ratusan triliun Rupiah kepada negara. 

        "Tahun lalu ekspor kita naik Rp167 triliun (produk pertanian)," jelas Amran dalam jumpa pers di kantor Kementan, Senin lalu (8/6/2026).  

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Muhammad Farhan Shatry
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: