Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Antisipasi Kemarau Panjang, Kementan Sebar 100 Ribu Pompa dan Optimalkan 800 Ribu Hektar Rawa

Antisipasi Kemarau Panjang, Kementan Sebar 100 Ribu Pompa dan Optimalkan 800 Ribu Hektar Rawa Kredit Foto: Dok. Kementan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) merealisasikan rangkaian langkah taktis guna memitigasi dampak kemarau panjang akibat El Nino terhadap sektor pangan nasional. Pemerintah memfokuskan strategi pada percepatan penyediaan air irigasi serta pemanfaatan lahan marjinal.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah melalui Kementan, telah menyediakan 100 ribu pompa air guna menjaga produktivitas lahan pertanian. Langkah ini dihitung berdasarkan kebijakan pompanisasi yang telah digalakkan Amran sejak tahun pertama menjabat sebagai Menteri Pertanian di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Nah kita tahun pertama Oktober kita sudah mengantisipasi dengan cara pertama pompanisasi. Kita melakukan pompanisasi ada 100 ribu pompa seluruh Indonesia. Kita sebar,” terang Amran saat ditemui awak media di kompleks Istana Negara, Selasa (28/7/2026).

Terlebih, Amran mengatakan langkah mitigasi juga diperkuat melalui program pemanfaatan lahan rawa secara masif di berbagai daerah. Karakteristik lahan rawa yang mengalami penyusutan air di musim kemarau dinilai menguntungkan bagi peningkatan indeks pertanaman padi.

"Yang keempat, kita optimalisasi lahan rawa kurang lebih sampai hari ini, 800 ribu hektar. Kenapa? Rawa itu biasanya di musim kemarau itu justru produktif. Karena airnya surut,’ ungkap Amran.

Lebih lanjut, Amran menjelaskan pemerintah turut melengkapi infrastruktur pengairan dengan membangun dan mengaktifkan sumur-sumur air di area persawahan yang rentan terdampak kekeringan.

"Kemudian ada cetak sawah baru... kemudian embung, sumur dangkal, sumur dalam, semua kita siapkan," jelas Amran.

Tak lupa, dia memastikan perbaikan sistem irigasi persawahan, juga tengah digenjot pemerintah dalam mengantisipasi kemarau panjang imbas gelombang El-Nino Godzilla tahun ini.

“Kemudian irigasi. Kita perbaiki. Kalau tidak salah kurang lebih sekarang ini 900-an ribu hektar oleh Kementerian PU (Pekerjaan Umum),” ujarnya.

Berbagai langkah intervensi teknis tersebut diharapkan dapat mengamankan produktivitas hasil panen petani di seluruh pelosok Indonesia.

Diketahui sebelumnya, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alam Syah, mengatakan Kementan terus mempercepat distribusi pompa air ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan, terutama sentra produksi padi yang masih memiliki sumber air permukaan seperti sungai, embung, waduk maupun saluran irigasi.

Baca Juga: Mitigasi Kekeringan Nasional 2026, Kementan Siapkan 56 Ribu Unit Pompa Air

Baca Juga: Tingkatkan Efisiensi Usaha Tani, Kementan Dorong Poktan dan UPJA Kelola Pompa Air

"Mitigasi kekeringan harus dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Pompanisasi merupakan salah satu strategi utama agar petani tetap dapat mengairi sawah meskipun curah hujan menurun. Di sisi lain, modernisasi pertanian melalui dukungan alsintan juga terus kami dorong agar produktivitas tetap terjaga dan target swasembada pangan dapat tercapai," ungkap Andi.

Andi menambahkan, dari total 56 ribu unit pompa air, sebanyak 11 ribu tercatat telah didistribusikan secara langsung kepada para penerima manfaat di daerah. Sementara itu, sekitar 20 ribu unit lainnya sedang berada dalam proses penyaluran berdasarkan usulan pemerintah daerah.

“Petani yang membutuhkan bantuan pompa air maupun alsintan lainnya dapat mengusulkan kebutuhan melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) atau Dinas Pertanian Kabupaten/Kota sesuai mekanisme yang berlaku,” jelas dia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Dwi Aditya Putra