Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Usai Tebar Dividen Jumbo, Colorpak Incar Pendapatan Tembus Rp1 Triliun

        Usai Tebar Dividen Jumbo, Colorpak Incar Pendapatan Tembus Rp1 Triliun Kredit Foto: Annisa Nurfitri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Colorpak Indonesia Tbk (CLPI) membagikan dividen tunai sebesar Rp170,51 per saham atau setara 75% dari laba bersih tahun buku 2025. Di tengah pembagian dividen tersebut, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 10% pada 2026 hingga melampaui Rp1 triliun.

        Direktur CLPI Anthoni Gunawan mengatakan perseroan tetap optimistis mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba tahun ini meski masih dibayangi volatilitas nilai tukar dan ketidakpastian geopolitik global.

        “Isu geopolitik perang Iran-AS dan Israel sepertinya mulai mereda. Ini menjadi sinyal positif, makanya kami yakin industri ini bisa bertumbuh. Dan sales kami bisa naik 10%,” ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

        Menurut Anthoni, target tersebut akan mendorong pendapatan perseroan menembus Rp1 triliun pada tahun ini, dibandingkan realisasi penjualan 2025 sebesar Rp979,33 miliar.

        “Kami targetkan pertumbuhan 10% ya. Jadi sekitar Rp1 triliun lebih lah. Dengan komposisinya, untuk penjualan tinta sebanyak 60 persen dan trading 40% dari dua pabrik yang ada di Tangerang, Banten dan Gresik, Jawa Timur,” katanya.

        Untuk mencapai target tersebut, CLPI akan mengoptimalkan basis pelanggan yang sudah ada sekaligus meningkatkan kontribusi pelanggan dengan porsi pembelian yang masih relatif kecil. Perseroan juga berupaya memperluas penjualan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

        Anthoni mengakui produk impor, terutama dari China, masih menjadi tantangan bagi industri percetakan dan bahan pendukungnya. Namun, perseroan tetap melihat peluang pertumbuhan di pasar domestik.

        Dari sisi produk, penjualan tinta masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 58% dari total pendapatan. Disusul produk perekat (adhesive) sebesar 26%, film, serta produk lainnya.

        Meski menargetkan pertumbuhan dua digit, CLPI tidak menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) dalam jumlah besar pada tahun ini. Perseroan hanya mengalokasikan investasi untuk kebutuhan operasional yang bersifat rutin.

        Baca Juga: Pasang Target Penjualan Rp1,95 Triliun, Intiland Siapkan Strategi Pertumbuhan Baru

        Baca Juga: PT Timah Bagi 50% Laba 2025 untuk Dividen, Nilainya Capai Rp656,8 Miliar

        Di sisi lain, RUPST menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp170,51 per saham. Nilai tersebut setara sekitar 75% dari laba bersih tahun buku 2025.

        “Kami konsisten membagikan dividen. Apalagi kinerja kami di tahun 2025 sangat positif dan terus bertumbuh. Seperti net profit yang bertumbuh sebesar 21,57% secara year on year (yoy),” ujar Anthoni.

        Perseroan menjadwalkan pembayaran dividen tunai pada 20 Juli 2026. Adapun cum dividen dan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi masing-masing jatuh pada 25 Juni dan 26 Juni 2026.

        Sepanjang 2025, CLPI membukukan penjualan neto sebesar Rp979,33 miliar, naik dari Rp913,90 miliar pada 2024. Laba bruto meningkat menjadi Rp136,76 miliar dari Rp122,50 miliar, sementara laba usaha naik menjadi Rp78,16 miliar dari Rp62,29 miliar.

        Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp84,94 miliar, meningkat dibandingkan Rp69,33 miliar pada tahun sebelumnya. Adapun laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh menjadi Rp68,18 miliar dari Rp56,11 miliar pada 2024.

        Hingga akhir 2025, total aset perseroan tercatat sebesar Rp851,02 miliar, meningkat dari Rp801,65 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara total liabilitas naik menjadi Rp251,09 miliar dari Rp228,35 miliar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: