Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Fadli Zon Bela Kunjungan Luar Negeri Prabowo, Klaim Investasi Rp 65 Triliun dari Qatar Disepakati dalam 5 Menit

        Fadli Zon Bela Kunjungan Luar Negeri Prabowo, Klaim Investasi Rp 65 Triliun dari Qatar Disepakati dalam 5 Menit Kredit Foto: DPR
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kritik terhadap intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto kembali mendapat tanggapan dari lingkaran pemerintah. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai agenda diplomasi yang dijalankan Prabowo justru menghasilkan keputusan cepat dan manfaat nyata bagi Indonesia.

        Menurut Fadli, kunjungan Presiden ke berbagai negara tidak bisa disamakan dengan perjalanan seremonial biasa karena setiap pertemuan berorientasi pada pengambilan keputusan strategis.

        Ia mencontohkan saat mendampingi Prabowo bertemu Emir Qatar dalam kunjungan kenegaraan beberapa waktu lalu.

        Dalam pertemuan tersebut, kata Fadli, pembicaraan berlangsung singkat namun langsung menghasilkan komitmen investasi bernilai miliaran dolar Amerika Serikat.

        “Dengan Emir Qatar di dalam pembicaraan tidak lebih dari 5 menit Emir Qatar sudah mengatakan Danantara luar biasa dia memuji sekali Danantara, 'kita ingin berinvestasi di Indonesia, bagaimana Bapak Presiden kalau kita mulai dengan 4 miliar US dolar dulu dari kami 2 miliar, dari Danantara 2 miliar',” ujar Fadli Zon di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

        Jika dikonversi ke rupiah dengan asumsi kurs Rp16.300 per dolar AS, nilai investasi tersebut setara sekitar Rp65,2 triliun.

        Fadli menilai kemampuan Presiden bernegosiasi langsung dengan kepala negara lain menjadi keunggulan yang tidak dimiliki semua pejabat pemerintah.

        Menurutnya, diplomasi yang dilakukan Presiden memiliki kekuatan untuk menghasilkan keputusan secara langsung tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang.

        Ia menjelaskan bahwa hasil pembicaraan antar kepala negara dapat segera ditindaklanjuti karena berada pada level pengambil keputusan tertinggi.

        “Kalau diplomasi Presiden itu langsung menjadi keputusan. Kalau diplomasi oleh menteri masih harus lapor dulu pada Presiden,” katanya.

        Fadli juga menyinggung sejumlah pertemuan Prabowo dengan pemimpin dunia lain yang disebut menghasilkan kesepakatan konkret.

        Ia menyebut pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping maupun Presiden Rusia Vladimir Putin berlangsung efektif dan berujung pada keputusan nyata, bukan sekadar dialog formal.

        Karena itu, Fadli menolak anggapan bahwa frekuensi kunjungan luar negeri Prabowo terlalu tinggi atau tidak memberikan manfaat langsung bagi Indonesia.

        Menurut dia, hampir seluruh perjalanan Presiden telah dirancang dengan target diplomasi ekonomi, investasi, dan kerja sama strategis.

        Fadli bahkan menilai Indonesia beruntung memiliki kepala negara yang mampu berkomunikasi langsung dengan para pemimpin dunia dan memahami substansi pembahasan secara mendalam.

        Selain membela efektivitas diplomasi Prabowo, Fadli juga membantah tudingan bahwa Presiden gemar bepergian ke luar negeri untuk kepentingan pribadi.

        Baca Juga: Fadli Zon: Prabowo Pantau Percakapan Masyarakat di Media Sosial

        Ia mengatakan pengalaman internasional Prabowo sudah terbentuk sejak usia muda karena pernah menempuh pendidikan dan pelatihan di sejumlah negara.

        Menurut Fadli, latar belakang tersebut membuat Prabowo tidak memiliki motivasi untuk sekadar bepergian, melainkan fokus pada kepentingan nasional yang dibawa dalam setiap kunjungan kenegaraan.

        Dengan alasan itu, Fadli menegaskan bahwa agenda luar negeri Presiden harus dilihat dari hasil yang diperoleh Indonesia, bukan hanya dari jumlah perjalanan yang dilakukan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: