Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Apa Maksud 'Partai Penyeimbang'? PKB Minta PDIP Perjelas Sikap terhadap Pemerintahan Prabowo

        Apa Maksud 'Partai Penyeimbang'? PKB Minta PDIP Perjelas Sikap terhadap Pemerintahan Prabowo Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perdebatan mengenai posisi politik PDIP kembali menjadi sorotan di tengah upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjalankan berbagai program prioritas nasional. PKB menilai kejelasan sikap politik diperlukan agar arah dukungan terhadap pemerintah tidak menimbulkan tafsir yang berbeda-beda.

        Menurut PKB, keberhasilan program pemerintah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang disusun, tetapi juga oleh soliditas kekuatan politik yang mendukung pelaksanaannya. Karena itu, partai-partai politik dinilai perlu menunjukkan posisi yang jelas di hadapan publik.

        Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid mengatakan saat ini seluruh partai pendukung pemerintah tengah bekerja untuk memastikan berbagai janji Presiden Prabowo dapat diwujudkan. Ia menilai kondisi tersebut membutuhkan dukungan politik yang tegas dan konsisten.

        "Kami semua sedang berjuang keras untuk mewujudkan apa yang menjadi janji Pak Presiden. Semua program-program sudah ditata," kata Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (18/6/2026).

        Jazilul menilai kejelasan posisi politik menjadi hal penting agar seluruh pihak dapat bergerak dalam arah yang sama. Menurutnya, sikap yang tidak tegas justru berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

        "Jadi, kami harap, posisinya jelas, jangan abu-abu. Kita sedang bergerak agar semua program berjalan sesuai dengan target," ujarnya.

        Sorotan PKB tidak hanya terkait posisi PDIP terhadap pemerintah, tetapi juga mengenai istilah "partai penyeimbang" yang selama ini kerap digunakan partai berlambang banteng tersebut. Bagi Jazilul, konsep itu masih belum memberikan gambaran yang jelas mengenai arah politik PDIP.

        Ia mengaku hingga saat ini belum memahami secara utuh makna partai penyeimbang yang dimaksud. Karena itu, ia berharap ada penjelasan yang lebih tegas mengenai posisi politik PDIP dalam pemerintahan Prabowo.

        "Belum, belum. Karena selama ini memang ada kesan gitu, di sana dan di sini, belum tegas posisinya. Menyeimbangkan kayak apa, itu nggak paham," kata Jazilul.

        Menurutnya, Indonesia saat ini membutuhkan persatuan dan soliditas politik untuk mengawal berbagai program strategis pemerintah. Tanpa dukungan yang kuat, target-target pembangunan akan lebih sulit dicapai.

        Jazilul menegaskan bahwa PKB tidak mempermasalahkan pilihan politik yang diambil PDIP. Namun, ia menilai kepastian sikap tetap dibutuhkan agar komunikasi politik antarkekuatan nasional dapat berjalan lebih efektif.

        Ia juga berpandangan bahwa publik berhak mengetahui secara jelas posisi setiap partai politik. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami peran yang dimainkan masing-masing partai dalam dinamika pemerintahan.

        Baca Juga: Reaksi PDIP saat Dituding 'Nge-Bossin' Tiyo Ardianto dan Mahasiswa UGM yang Kritis dengan Pemerintah

        Di sisi lain, PDIP selama ini beberapa kali menyebut dirinya sebagai kekuatan penyeimbang dalam kehidupan politik nasional. Sikap tersebut membuat partai tetap menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah meskipun tidak berada dalam posisi oposisi formal.

        PKB berharap polemik mengenai posisi politik PDIP tidak berlarut-larut. Kejelasan sikap dinilai akan membantu seluruh pihak fokus mengawal berbagai agenda pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah.

        "Jadi, kejadian yang ada menurut saya, lebih memastikan posisinya saja, supaya kita bisa bergerak secara baik," pungkas Jazilul.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: