Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Amran Turun Tangan, Ratusan Perusahaan Sawit Ketar-Ketir! Harga TBS Akhirnya Balik Naik

        Amran Turun Tangan, Ratusan Perusahaan Sawit Ketar-Ketir! Harga TBS Akhirnya Balik Naik Kredit Foto: Antara/Nova Wahyudi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Upaya pemerintah membela petani kelapa sawit mulai memperlihatkan hasil yang signifikan. Setelah harga Tandan Buah Segar (TBS) sempat tertekan dan memicu keluhan di berbagai daerah, kini harga komoditas tersebut perlahan kembali merangkak naik mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

        Pemulihan harga ini terjadi setelah Kementerian Pertanian melakukan serangkaian langkah tegas untuk mengawal tata niaga sawit. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono bahkan turun langsung melakukan intervensi dan pengawasan, didukung oleh Satgas Pangan Polri, guna memastikan petani memperoleh harga yang lebih adil.

        Kementerian Pertanian tercatat menggelar sedikitnya tiga kali pertemuan intensif dengan pelaku usaha, asosiasi, hingga perwakilan petani sawit. Langkah ini dilakukan setelah pemerintah menemukan adanya ketidaksesuaian antara harga TBS di tingkat petani dengan kondisi pasar global yang sebenarnya.

        Padahal, saat harga TBS sempat anjlok, harga minyak sawit mentah (CPO) dunia justru mengalami penguatan. Nilai tukar dolar Amerika Serikat juga berada dalam tren menguat. Kondisi tersebut dinilai tidak seharusnya membuat harga TBS di tingkat petani ikut terpuruk.

        Mentan Amran mengungkapkan mayoritas perusahaan kini sudah mulai melakukan penyesuaian harga pembelian TBS dari petani. Berdasarkan laporan harian yang diterima Kementerian Pertanian, jumlah perusahaan yang belum menaikkan harga terus berkurang secara signifikan.

        “Harga TBS sudah naik, 80-85 persen, mungkin saat ini 90 persen sudah naik. Tetapi yang belum naik, tetap kita telusuri bersama Satgas,” kata Mentan Amran. 

        Baca Juga: Amran Larang Tanam Komoditas yang Tak Sesuai Daerah dalam Proyek Perkebunan Jumbo Rp10 Triliun

        Ia menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat sekitar 270 perusahaan sawit yang teridentifikasi belum menyesuaikan harga sesuai kondisi pasar. Namun setelah pengawasan dilakukan secara ketat, jumlah tersebut kini menyusut drastis.

        “Kemarin kan 270, sekarang ini tinggal 100 lebih ya, 130-an perusahaan. Jadi tinggal sedikit. Yang belum menaikkan tetap diperiksa. Nah, sinyalnya sudah naik, tapi kita monitor. Bukan saja naik lalu turun kembali, tidak. Kita monitor seluruh Indonesia,” ujarnya.

        Meski harga mulai pulih, pemerintah menegaskan pengawasan tidak akan berhenti sampai di situ. Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan akan terus memantau perkembangan harga agar kenaikan yang sudah dirasakan petani tidak kembali terkoreksi secara tidak wajar.

        Menurut Amran, keberpihakan kepada petani merupakan instruksi langsung dari Presiden. Karena itu, pemerintah berkomitmen menjaga tata niaga sawit agar lebih sehat, transparan, dan memberikan manfaat nyata kepada para petani.

        Baca Juga: Prabowo Telepon Soal Nasib 15 Juta Petani Sawit, Amran Periksa 300-an Perusahaan

        Langkah tersebut dinilai sangat penting mengingat sekitar 15 juta petani sawit di Indonesia menggantungkan penghidupan mereka pada komoditas strategis tersebut.

        Pemerintah menegaskan bahwa ketika harga CPO dunia mengalami kenaikan dan pasar menunjukkan tren positif, petani harus menjadi pihak pertama yang merasakan dampak baiknya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: