Perang Iran-AS Berakhir, Teheran Langsung Kirim Peringatan Keras ke Trump soal Kesepakatan Damai
Kredit Foto: Istimewa
Setelah konflik yang memicu ketegangan dunia akhirnya mencapai titik akhir, Iran menyambut kesepakatan damai dengan Amerika Serikat sebagai langkah bersejarah. Namun di balik optimisme tersebut, Teheran juga mengirim pesan tegas kepada Washington agar tidak mengingkari komitmen yang telah disepakati.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut dokumen kesepakatan yang ditandatangani bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai tonggak penting dalam hubungan kedua negara. Menurutnya, perjanjian tersebut menunjukkan bahwa perdamaian dapat dicapai melalui penghormatan yang setara.
"Ini adalah dokumen bersejarah dan pesan dari Iran yang kuat: perdamaian akan tercapai di bawah naungan rasa saling menghormati," kata Pezeshkian.
Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan media sosial yang menampilkan dokumen kesepakatan lengkap dengan tanda tangan kedua pemimpin negara. Dalam dokumen tersebut juga tercantum nama Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang berperan sebagai mediator.
Penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan setelah serangkaian upaya diplomatik intensif. Donald Trump menandatangani dokumen tersebut saat menghadiri agenda di Istana Versailles usai pertemuan KTT G7.
"Baru saja menandatanganinya," ujar Trump kepada wartawan.
Meski menyambut positif tercapainya perdamaian, pemerintah Iran menegaskan bahwa tantangan sebenarnya justru dimulai setelah dokumen diteken. Teheran menilai implementasi kesepakatan akan menjadi ujian terbesar bagi kedua negara.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan penyusunan dokumen damai hanyalah langkah awal. Menurutnya, memastikan seluruh isi perjanjian dijalankan secara konsisten merupakan pekerjaan yang jauh lebih rumit.
"Teks Memorandum of Understanding Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden -- sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut," ujar Baqaei.
Iran juga mengaku tidak melupakan pengalaman selama konflik berlangsung. Pemerintah di Teheran menegaskan akan terus memantau setiap langkah yang diambil Amerika Serikat dalam menjalankan kewajibannya.
Bagi Iran, perang yang baru saja berakhir menjadi pelajaran penting yang tidak boleh diabaikan. Karena itu, sikap kewaspadaan tetap dipertahankan meski hubungan kedua negara mulai memasuki fase baru.
"Fakta bahwa kita telah menandatangani perjanjian untuk mengakhiri perang pada tahap ini, tidak berarti kita telah melupakan masa lalu atau meninggalkan pelajaran berharga yang telah kita pelajari," kata Baqaei.
Iran bahkan secara terbuka menyampaikan keraguan terhadap komitmen Amerika Serikat dalam menjalankan perjanjian internasional. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan penuh antara kedua negara masih belum sepenuhnya terbangun.
Menurut Baqaei, pengalaman masa lalu membuat Iran harus memastikan seluruh pihak mematuhi isi kesepakatan. Ia menilai pengawasan ketat diperlukan agar perdamaian yang telah dicapai tidak kembali runtuh.
"Pekerjaan kita sekarang lebih sulit daripada sebelumnya, karena implementasi perjanjian internasional selalu jauh lebih sulit daripada penyusunannya," tegasnya.
Baca Juga: Efek Perang AS-Iran Terlanjur Mendalam, BI Tegaskan Ketidakpastian Global Tetap Tinggi
Peringatan paling keras disampaikan Iran saat menyinggung kemungkinan pelanggaran komitmen oleh Washington. Teheran menegaskan tidak akan menjalankan kewajibannya secara sepihak jika Amerika Serikat gagal memenuhi janji yang telah ditandatangani.
"Jika Amerika Serikat gagal melaksanakan komitmen mereka, kami pun akan gagal," tandas Baqaei.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa meski perang telah berakhir dan dokumen damai resmi ditandatangani, hubungan Iran dan Amerika Serikat masih akan menghadapi banyak ujian. Masa depan perdamaian kedua negara kini sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan setiap poin yang telah disepakati.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: