Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Muhammadiyah Punya Aplikasi untuk Pantau MBG, Sudah Dilakukan di Pondok Pesantren

        Muhammadiyah Punya Aplikasi untuk Pantau MBG, Sudah Dilakukan di Pondok Pesantren Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Muhammadiyah mengembangkan solusi digital berbasis aplikasi untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui sistem pemantauan terpadu yang mencakup seluruh rantai operasional, mulai dari pengelolaan bahan baku hingga pemantauan kondisi penerima manfaat.

        Pengembangan aplikasi tersebut dilakukan Muhammadiyah bersama Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan serta Universitas Muhammadiyah sebagai bagian dari upaya menghadirkan ekosistem digital dalam pelaksanaan program MBG.

        Koordinator Bidang Tim Koordinasi Nasional Makan Bergizi Gratis Muhammadiyah, Safrudin Anhar, mengatakan aplikasi tersebut dirancang untuk memonitor operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG secara menyeluruh.

        "Ini solusi digital suatu ekosistem digital berbasis platform untuk memonitor operasional dari SPPG atau dapur, di mana Muhammadiyah berperan aktif," kata Safrudin saat uji coba solusi digital pengelolaan dapur MBG Muhammadiyah di Pondok Pesantren Darul Arqam, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (17/6), dikutip dari ANTARA.

        Menurut dia, aplikasi tersebut berfungsi untuk memonitor sekaligus memitigasi berbagai potensi permasalahan dalam pelaksanaan program MBG, mulai dari hulu hingga hilir.

        Sistem itu memungkinkan pengelola memantau kualitas bahan baku makanan, termasuk memastikan ketersediaan bahan pangan yang masih segar dan layak konsumsi.

        Selain itu, aplikasi dapat mendeteksi kondisi bahan makanan yang berisiko mengandung racun maupun yang telah melewati masa kedaluwarsa sehingga menu yang disajikan tetap sehat dan higienis.

        "Untuk memonitor dan memitigasi, soal terjadinya bahan makanan mengandung racun, kadaluarsa, sampai pada di hilir," ujarnya.

        Tidak hanya memantau bahan baku, aplikasi juga dilengkapi fitur pelacakan distribusi makanan, termasuk mendeteksi jarak tempuh dan memastikan ketersediaan menu bagi penerima manfaat.

        Muhammadiyah juga mengintegrasikan data penerima manfaat ke dalam platform tersebut. Aplikasi akan mencatat preferensi menu, perkembangan fisik, hingga kondisi kesehatan anak selama mengikuti program MBG.

        Safrudin mengatakan sistem pelaporan yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga memantau perkembangan kecerdasan peserta didik untuk mengukur dampak program terhadap kualitas sumber daya manusia.

        "Anak-anak itu tak hanya kesehatan, kita ada reporting tentang kecerdasan, ini menjadi penting bagi kita, apakah berpengaruh atau tidak," katanya.

        Saat ini, aplikasi tersebut masih digunakan secara internal di lingkungan Muhammadiyah. Ke depan, sistem itu akan diterapkan di lembaga pendidikan Muhammadiyah apabila ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai penyelenggara program MBG.

        Muhammadiyah juga menyatakan terbuka apabila BGN ingin mengadopsi aplikasi tersebut dalam pelaksanaan program MBG secara lebih luas.

        "Kalau kami diminta agar aplikasi ini jadi bagian BGN, kami terbuka, untuk sementara kami di internal dulu," kata Safrudin.

        Baca Juga: Muhammadiyah Minta Program MBG Segera Dibenahi

        Muhammadiyah berharap penerapan teknologi digital dalam program MBG dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan program sekaligus memastikan bantuan gizi tersalurkan secara tepat sasaran.

        Selain memberikan manfaat bagi kesehatan pelajar, program tersebut diharapkan turut mendorong keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok penyediaan makanan bergizi.

        "Kami juga ingin program ini tepat sasaran, dan manfaatnya dirasakan, baik oleh UMKM, apalagi anak sekolah," ujar Safrudin.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: