Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gelar Upacara Terpisah dengan Prabowo, Megawati Kritik Penegakan Hukum Saat Ini

Gelar Upacara Terpisah dengan Prabowo, Megawati Kritik Penegakan Hukum Saat Ini Kredit Foto: Andi Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menyoroti persoalan penegakan hukum di Indonesia. Ia menilai pembangunan bangsa membutuhkan sistem politik yang mendukung terwujudnya Indonesia sebagai negara hukum.

Hal itu disampaikan Megawati dalam pidatonya saat memimpin upacara HUT ke-81 RI di Halaman Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).

Seperti diketahui, Megawati kembali tidak menghadiri upacara HUT RI di Istana bersama Presiden Prabowo. Ia memilih untuk menggelar dan memimpin upacara bersama anggota partai di di Halaman Masjid At Taufiq, Lenteng Agung.

Dalam pidatonya, Megawati mengatakan perjalanan Indonesia sebagai bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Menurutnya, sistem politik dan hukum juga menjadi bagian penting dalam membangun peradaban.

"Itulah jalan peradaban kita. Jalan ini menuntut dukungan sistem politik khususnya perwujudan Indonesia sebagai suatu negara hukum," kata Megawati.

Ia kemudian menegaskan pentingnya penegakan hukum yang memberikan keadilan kepada seluruh masyarakat.

Megawati menilai keberadaan aturan hukum saja tidak cukup apabila penerapannya belum mampu menghadirkan keadilan dan masih terdapat penyalahgunaan kekuasaan.

"Hukum itu harus ditegakkan," ujarnya.

Megawati melanjutkan, hukum yang berlaku harus mampu memberikan keadilan bagi semua pihak. Ia menyayangkan kondisi yang menurutnya belum sepenuhnya mencerminkan prinsip tersebut.

"Bukan seperti sekarang ini. Hukum yang ada tetap ada. Tetapi yang namanya berkeadilan bagi semua tanpa adanya penyalahgunaan kekuasaan tidak berjalan dengan baik," kata Megawati.

Pernyataan tersebut disampaikan Megawati setelah sebelumnya berbicara mengenai pentingnya pendidikan dan kesehatan sebagai bagian dari tanggung jawab pemerintah.

Ia menilai kemerdekaan Indonesia seharusnya diikuti dengan peningkatan kualitas kehidupan rakyat, termasuk melalui pendidikan yang tinggi dan pelayanan kesehatan yang memadai.

Baca Juga: Bukan Karena Ekonomi, Ini Kata Megawati Soal AS Masih Belum Mampu Kalahkan Iran

Dalam pidatonya, Megawati juga mengajak masyarakat mengingat kembali gagasan Bung Karno mengenai pentingnya bangsa Indonesia menentukan nasibnya sendiri.

Menurutnya, prinsip tersebut relevan dalam menghadapi tantangan Indonesia di usia kemerdekaan yang telah mencapai 81 tahun.

Megawati menilai kekuatan sebuah bangsa tidak hanya bergantung pada faktor eksternal, tetapi juga pada kualitas rakyat, kedisiplinan, pendidikan, kesehatan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta sistem hukum yang berjalan dengan baik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat