Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rumah Tan Malaka Bakal Direnovasi Pemerintah

        Rumah Tan Malaka Bakal Direnovasi Pemerintah Kredit Foto: Kementerian Kebudayaan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Kebudayaan akan kembali melakukan pengembangan terhadap rumah bersejarah Tan Malaka yang berlokasi di Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Langkah ini dilakukan setelah renovasi tahap sebelumnya pada 19 Desember 2024.

        Dalam keterangan resmi dari Jakarta, Jumat (19/6/2026) dikutip dari ANTARA, pemerintah menyebut renovasi lanjutan akan mencakup penataan kawasan, penataan ruang pamer, serta pengembangan sejumlah sudut lain di area rumah tersebut. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat fungsi rumah Tan Malaka sebagai ruang edukasi sejarah.

        Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi pusat budaya, wisata sejarah, sekaligus ruang yang merekam jejak perjuangan Tan Malaka sebagai tokoh nasional. Ia menegaskan bahwa Tan Malaka merupakan sosok penting dalam sejarah republik.

        Menurut Fadli Zon, Tan Malaka memiliki visi tentang lahirnya Republik Indonesia yang tertuang dalam buku Naar de Republiek yang ditulis pada 1925. Selain itu, Tan Malaka juga dikenal melalui karya-karya seperti Madilog dan Dari Penjara ke Penjara. Perjuangannya disebut mendapat penghormatan dari berbagai tokoh, termasuk Bung Karno, dan kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 1963.

        Pemerintah juga menegaskan bahwa pengembangan kawasan dapat segera dilakukan karena status rumah tersebut telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional. Meski demikian, pengelolaan kawasan tetap dimungkinkan melibatkan pihak lain, seperti yayasan, dengan syarat adanya kesepakatan dari pihak keluarga Tan Malaka.

        Selain aspek fisik bangunan, renovasi juga akan menyentuh tata pameran dan pencahayaan ruangan. Fadli Zon turut menginstruksikan Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, agar kawasan tersebut dilengkapi dengan penunjuk arah dan simbol yang menegaskan identitas Rumah Tan Malaka sebagai situs sejarah.

        Baca Juga: 'Tak Bisa dalam Sebulan,' Prabowo Butuh Kesempatan untuk Stabilkan Rupiah dan IHSG

        Sejarawan asal Belanda Harry A Poeze menilai Tan Malaka memiliki banyak karakter dan dikenal luas secara internasional. Ia menggambarkan Tan Malaka sebagai sosok pemikir, aktivis, gerilyawan, diplomat, hingga pernah dituduh sebagai mata-mata, serta dikenal mampu melakukan penyamaran di berbagai negara selama sekitar 20 tahun.

        Sementara itu, sejarawan Universitas Indonesia Mohammad Iskandar menyebut Tan Malaka sebagai pejuang yang kesepian dan figur misterius. Dalam perjuangannya, Tan Malaka kerap berpindah tempat dan negara dengan berbagai identitas berbeda, mencerminkan kompleksitas perjalanan hidupnya dalam masa pergerakan nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: