Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PNM Layani 23,1 Juta Nasabah Ultra Mikro, Perluas Akses Pembiayaan hingga Wilayah 3T

        PNM Layani 23,1 Juta Nasabah Ultra Mikro, Perluas Akses Pembiayaan hingga Wilayah 3T Kredit Foto: PNM
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mencatat pertumbuhan kinerja dengan menjangkau 23,1 juta nasabah perempuan pengusaha ultra mikro di seluruh Indonesia.

        Capaian ini menempatkan PNM sebagai lembaga pemberdayaan dan pembiayaan perempuan prasejahtera terbesar di dunia.

        Perluasan jangkauan layanan yang kini merambah hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tersebut berjalan seiring dengan penguatan tata kelola kelembagaan dan transparansi data sejak PNM bergabung di bawah koordinasi Danantara.

        "Bagi kami, pertumbuhan bukan semata tentang angka, tetapi tentang semakin banyak perempuan prasejahtera yang memiliki kesempatan untuk bangkit, berusaha, dan memperbaiki kehidupan keluarganya," ujar Direktur Utama PNM, Kindaris, dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).

        Peningkatan performa bisnis dan tata kelola PNM mendapat apresiasi langsung dari pihak regulator. COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyatakan dukungannya terhadap pencapaian kinerja PNM yang dinilai sukses melampaui target yang telah ditetapkan.

        Dony menjelaskan bahwa pertumbuhan positif ini sejalan dengan komitmen transparansi, akuntabilitas, serta penyajian data informasi yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan, guna memastikan bisnis perusahaan berjalan secara sehat dan berkelanjutan.

        Pihak manajemen PNM menilai sinergi bersama Danantara memperkuat standarisasi kualitas layanan kelompok. Hal tersebut ditujukan agar program peningkatan kapasitas usaha, pendampingan, serta penyaluran pembiayaan ultra mikro dapat semakin tepat sasaran.

        Ekspansi layanan ke daerah pelosok menjadi salah satu strategi utama PNM untuk memitigasi kesenjangan (gap) akses keuangan formal, terutama bagi kelompok masyarakat subsisten di wilayah pedesaan yang selama ini belum terjangkau oleh sistem perbankan konvensional.

        Melalui penguatan modal dan pengelolaan risiko yang lebih terukur, PNM berkomitmen untuk mempertahankan fokus bisnisnya pada sektor pemberdayaan ekonomi akar rumput.

        Bersama Danantara, PNM ingin memastikan manfaat pemberdayaan hadir dengan tata kelola yang lebih baik, penyaluran yang lebih berkualitas, dan semangat yang tetap dekat dengan masyarakat. Agar tidak ada lagi gap akses pembiayaan bagi mereka yang tinggal di perkotaan maupun di ujung Indonesia, kata Kindaris menutup penjelasannya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: