Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sejak Juni, DSI Pantau 6.500 Transaksi Ekspor Senilai US$14 Miliar

Sejak Juni, DSI Pantau 6.500 Transaksi Ekspor Senilai US$14 Miliar Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

CEO Danantara, Rosan P Roeslani, mengungkapkan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) telah menganalisis sekitar 6.500 transaksi ekspor sejak Juni 2026 dengan nilai mencapai sekitar US$14 miliar.

Hal tersebut disampaikan Rosan dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027, Jumat (14/8/2026). Menurutnya, analisis transaksi tersebut menjadi bagian dari upaya DSI meningkatkan transparansi dalam aktivitas ekspor Indonesia.

“Memang kami sejauh ini sudah menganalisa kurang lebih 6.500 transaksi yang ada sejak dari bulan Juni. Dari bulan Juni ada 6.500 transaksi yang jumlahnya kurang lebih 14 miliar dolar,” kata Rosan.

Rosan menjelaskan, DSI pada tahap awal mengintegrasikan data dari berbagai kementerian dan lembaga ke dalam satu platform. Data tersebut digunakan untuk memantau dan mengevaluasi aktivitas ekspor, termasuk dari sisi kuantitas, volume, nilai ekspor hingga penerimaan pajak.

“Dari segi quantity, volume sehingga kita bisa mengetahui secara pasti berapa besarnya dari nilai jumlah, kemudian penerimaan pajaknya, kemudian nilai ekspornya dan yang lain-lain,” ujarnya.

Dia menegaskan DSI tidak mengambil alih aktivitas ekspor dari eksportir. DSI hanya berperan dalam memproses dan memperoleh data transaksi untuk memastikan aktivitas perdagangan berjalan lebih transparan.

“Dan awalnya memang kita mengevaluasi kemudian kita tetap apa bukan yang kita akan melakukan jual dan beli ya, tapi ini tetap ekspornya tetap dilakukan oleh para eksportir. Kita hanya sebagai agen penjual bisa mendapatkan data itu,” kata Rosan.

Rosan menyebut penguatan transparansi tersebut diperlukan untuk menekan praktik transfer pricing, under invoicing, maupun pelaporan data ekspor yang tidak akurat. Untuk itu, DSI bekerja sama dengan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, Kementerian Pertanian, dan Bank Indonesia.

Baca Juga: Ekspor Satu Pintu via DSI, Danantara Kumpulkan Data Antar Instansi

Baca Juga: Prabowo Minta BUMN Hanya 300, Danantara: Sangat-sangat Berat

“Objektifnya itu adalah bagaimana kita bisa menekan, mereduksi dan bahkan menghilangkan transfer pricing, kemudian under invoicing, dan juga pelaporan data yang tidak benar, yang tidak akurat,” ujarnya.

Selain itu, DSI tengah menyiapkan dashboard terbuka yang nantinya memungkinkan pemantauan dan evaluasi transaksi dilakukan secara lebih detail.

“Dan kami pun sedang membuat suatu dashboard secara terbuka yang sedang kami persiapkan sehingga kami bisa kembali lagi memonitor, mengevaluasi semua transaksi itu yang ada secara baik dan secara detail,” tutup Rosan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra