Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Segmen Andalan Industri Otomotif Mulai Lesu, Penjualan Mobil Keluarga Turun 32 Persen

        Segmen Andalan Industri Otomotif Mulai Lesu, Penjualan Mobil Keluarga Turun 32 Persen Kredit Foto: Toyota Indonesia
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Segmen low multi purpose vehicle (LMPV) yang selama ini menjadi tulang punggung pasar otomotif nasional ikut terdampak pelemahan permintaan. Pada Mei 2026, penjualan mobil keluarga tujuh penumpang tersebut tercatat mengalami penurunan cukup tajam dibandingkan bulan sebelumnya.

        Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total distribusi LMPV dari pabrik ke dealer hanya mencapai 7.878 unit sepanjang Mei 2026. Angka tersebut turun 32,9 persen dibandingkan April 2026 yang masih membukukan penjualan 11.752 unit.

        Penurunan ini menunjukkan bahwa segmen mobil keluarga yang selama ini dikenal paling stabil dan memiliki basis konsumen besar pun tidak sepenuhnya kebal terhadap perlambatan pasar otomotif nasional.

        Meski pasar menyusut, Toyota Avanza masih menjadi model terlaris di segmen LMPV dengan penjualan 3.486 unit. Posisi kedua ditempati Toyota Veloz Hybrid (HEV) yang mencatatkan distribusi sebanyak 2.378 unit.

        Secara gabungan, kedua model tersebut menyumbang 5.864 unit atau sekitar 74,4 persen dari total pasar LMPV nasional pada Mei 2026. Dominasi ini menunjukkan bahwa konsumen masih menjadikan produk Toyota sebagai pilihan utama di kelas mobil keluarga terjangkau.

        Di bawah Toyota, persaingan antar model berlangsung cukup dinamis. Hyundai Stargazer berhasil naik ke posisi ketiga setelah mencatatkan penjualan 756 unit, meningkat 22,9 persen dibandingkan April yang sebesar 615 unit.

        Sebaliknya, Mitsubishi Xpander mengalami koreksi cukup dalam. Penjualan model andalan Mitsubishi tersebut turun dari 1.224 unit pada April menjadi 504 unit pada Mei, atau merosot sekitar 58,8 persen.

        Baca Juga: BYD M6 DM Tantang Toyota Veloz di Pasar MPV Hybrid, Siapa Lebih Unggul?

        Baca Juga: Setelah Industri Keramik, Kemnaker Kini Waspadai Ancaman PHK di Industri Otomotif

        Penurunan yang lebih drastis dialami BYD M6 EV. MPV listrik tersebut hanya membukukan penjualan 197 unit pada Mei 2026, jauh di bawah capaian April yang mencapai 2.472 unit. Dengan demikian, penjualan BYD M6 turun sekitar 92 persen dalam sebulan.

        Sementara itu, Daihatsu Xenia mencatatkan penjualan 232 unit, diikuti Aletra L8 EV sebanyak 89 unit, Wuling Confero 87 unit, Suzuki Ertiga 81 unit, dan Kia Carens 68 unit.

        Menyusutnya penjualan LMPV menjadi sinyal bahwa tekanan pasar kini mulai dirasakan hampir seluruh segmen kendaraan penumpang. Padahal, selama bertahun-tahun LMPV dikenal sebagai salah satu kategori yang paling tahan terhadap fluktuasi pasar karena menyasar kebutuhan keluarga dan pelaku usaha.

        Daftar Penjualan LMPV Mei 2026

        1. Toyota Avanza: 3.486 unit

        2. Toyota Veloz HEV: 2.378 unit

        3. Hyundai Stargazer: 756 unit

        4. Mitsubishi Xpander: 504 unit

        5. Daihatsu Xenia: 232 unit

        6. BYD M6 EV: 197 unit

        7. Aletra L8 EV: 89 unit

        8. Wuling Confero: 87 unit

        9. Suzuki Ertiga: 81 unit

        10. Kia Carens: 68 unit

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: