Tabungan Orang Indonesia Disebut Banyak Bertambah, Terutama di Atas Rp5 Miliar
Kredit Foto: Antara/Kornelis Kaha
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) membantah anggapan bahwa masyarakat mulai menguras tabungannya akibat perlambatan ekonomi. Menurut LPS, data perbankan justru menunjukkan simpanan masyarakat di seluruh kelompok nominal masih mengalami pertumbuhan secara tahunan.
Bantahan tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, berdasarkan hasil pemantauan terhadap sekitar 696 juta rekening perbankan di Indonesia.
"Yang di bawah Rp100 juta tumbuh 5,16 persen, sedangkan simpanan di bawah Rp5 juta tumbuh 7,36 persen secara tahunan," ujar Anggito dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Selasa (4/8/2026).
Data LPS menunjukkan simpanan dengan nominal di bawah Rp5 juta mencatat pertumbuhan 7,36 persen secara tahunan. Sementara itu, kelompok simpanan di bawah Rp100 juta meningkat 5,16 persen.
Adapun simpanan bernilai besar di atas Rp5 miliar menjadi kelompok dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 15,44 persen.
Menurut Anggito, kondisi tersebut membantah narasi bahwa masyarakat secara umum sedang menghabiskan dana tabungan mereka.
"Secara individu tentu ada yang menggunakan tabungan, ada yang menambah. Tetapi secara agregat simpanan masih bertumbuh," tegasnya.
Ia menjelaskan, data yang disampaikan merupakan gambaran kondisi simpanan masyarakat secara nasional, bukan perilaku masing-masing nasabah.
"Kami hanya menyampaikan pertumbuhan tabungan secara agregat. Seluruh kelompok simpanan masih menunjukkan pertumbuhan," katanya.
LPS menegaskan bahwa pemantauan terhadap perkembangan simpanan dilakukan menggunakan data resmi seluruh rekening perbankan nasional dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas maupun data pribadi setiap nasabah.
Menurut lembaga tersebut, pertumbuhan yang terjadi di seluruh kelompok simpanan menunjukkan likuiditas dana masyarakat di sektor perbankan masih terjaga. Secara agregat, kondisi itu juga mencerminkan daya tahan sistem perbankan dan simpanan masyarakat yang tetap solid di tengah isu perlambatan ekonomi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: