Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Polda Metro Buka Suara soal Dugaan Dana Rp20 Juta untuk Ubah Arah Demo Mahasiswa

        Polda Metro Buka Suara soal Dugaan Dana Rp20 Juta untuk Ubah Arah Demo Mahasiswa Kredit Foto: Akun X @fuhrerniq
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dugaan adanya upaya menggeser lokasi aksi mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) dari Istana Negara ke DPR RI kini menjadi sorotan. Polemik itu mencuat setelah muncul pengakuan bahwa uang Rp20 juta diterima menjelang demonstrasi yang digelar pada pertengahan Juni lalu.

        Namun di tengah ramainya tudingan tersebut, Polda Metro Jaya menegaskan belum dapat memastikan kebenaran informasi mengenai sumber dana yang disebut berasal dari aparat kepolisian. Polisi meminta semua pihak menunggu fakta yang benar agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran.

        Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan identitas pihak yang memberikan uang masih perlu dipastikan. Menurutnya, belum tentu pihak yang disebut sebagai polisi benar-benar merupakan anggota kepolisian.

        “Pastikan dulu agar tidak simpang siur. Bisa jadi beneran polisi atau orang yang mengaku atau mengatasnamakan polisi kan,” kata Budi, Rabu (24/6/2026).

        Polemik ini bermula dari pengakuan Ketua BEM Fakultas Hukum UBK Muhammad Abdimaludin yang menyebut menerima uang Rp20 juta sebelum aksi mahasiswa berlangsung. Pengakuan tersebut kemudian disampaikan dalam forum klarifikasi mahasiswa dan turut dikonfirmasi pihak kampus.

        Wakil Rektor III UBK Daniel Panda mengungkapkan mahasiswa yang bersangkutan telah membuat pengakuan resmi kepada universitas. Dalam keterangannya, uang itu disebut diterima melalui seorang alumni Fakultas Hukum UBK yang mengaku mendapatkannya dari oknum aparat kepolisian.

        “Dia sudah membuat pengakuan secara resmi kepada pihak universitas bahwa dirinya menerima uang sebesar Rp20 juta melalui seorang oknum senior alumni Fakultas Hukum UBK yang diserahkan oleh oknum aparat kepolisian,” ujar Daniel.

        Menurut pihak kampus, uang tersebut diberikan beberapa jam sebelum demonstrasi berlangsung. Berdasarkan pengakuan mahasiswa, dana itu dikaitkan dengan permintaan agar aksi tidak dilakukan di kawasan Istana Negara.

        “Dari pengakuan yang bersangkutan, uang tersebut diserahkan pada Senin dini hari menjelang aksi mahasiswa dari beberapa BEM di UBK dengan catatan agar mereka tidak melakukan demonstrasi ke Istana. Mereka disarankan oleh oknum alumni tersebut untuk melakukan demonstrasi di DPR RI,” kata Daniel.

        Meski menerima uang tersebut, mahasiswa disebut tidak menjalankan permintaan untuk memindahkan titik aksi. Massa tetap bergerak menuju kawasan Istana Negara sebelum akhirnya tertahan aparat dan melakukan aksi di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat.

        Baca Juga: Prabowo Klaim Banyak Peserta Demo Hanya Ikut-ikutan Setelah Dibayar Rp200 Ribu

        “Jadi mahasiswa tetap pergi ke Istana, meskipun mereka menerima uang tersebut. Itu merupakan pengakuan langsung dari Ketua BEM,” lanjut Daniel.

        Kini pihak kampus masih melakukan penelusuran lebih lanjut dengan memanggil sejumlah pihak yang diduga mengetahui alur penyerahan dana tersebut. Sementara itu, Polda Metro Jaya belum memberikan kesimpulan terkait dugaan keterlibatan oknum aparat dan menegaskan bahwa seluruh informasi masih perlu diverifikasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: