Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Baru Sepekan Damai, AS dan Iran Kini Saling Tuding Langgar Gencatan Senjata! Ada Apa?

        Baru Sepekan Damai, AS dan Iran Kini Saling Tuding Langgar Gencatan Senjata! Ada Apa? Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang baru disepakati sepekan lalu kembali berada di ujung tanduk setelah kedua negara saling menuduh melanggar komitmen damai menyusul insiden di Selat Hormuz.

        Konflik terbaru dipicu serangan terhadap sebuah kapal kargo berbendera Singapura yang melintas di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

        Melansir CNBC, pemerintah AS menilai serangan tersebut merupakan tindakan agresif yang dilakukan Iran terhadap pelayaran komersial dan dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati kedua negara.

        Sebagai respons, Komando Pusat AS melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Iran, termasuk lokasi penyimpanan rudal, drone, serta radar pantai pada Kamis (25/6) waktu setempat.

        Komando Pusat AS menegaskan operasi tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan jalur pelayaran internasional yang dinilai terganggu akibat aksi Iran.

        "Agresi yang tidak beralasan terhadap pelayaran komersial oleh pasukan Iran jelas melanggar gencatan senjata. Lebih lanjut, perilaku berbahaya Iran telah merusak kebebasan navigasi karena perdagangan melalui koridor perdagangan internasional yang vital," demikian pernyataan Komando Pusat AS.

        Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa kesepakatan damai yang sebelumnya diumumkan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian berpotensi gagal dipertahankan.

        Pekan lalu, kedua pemimpin diketahui menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan mengakhiri konflik antara kedua negara sekaligus membuka kembali aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

        Namun, memanasnya situasi membuat hubungan kedua negara kembali memburuk hanya beberapa hari setelah kesepakatan itu diumumkan.

        Saat dimintai tanggapan mengenai kemungkinan konsekuensi bagi Iran atas dugaan pelanggaran gencatan senjata, Trump memberi sinyal akan ada langkah lanjutan dari Washington.

        "Anda akan mengetahuinya," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

        Di sisi lain, Iran mengakui sebuah proyektil menghantam area sekitar dermaga di Sirik, wilayah selatan negara tersebut, meski tidak menjelaskan secara rinci tingkat kerusakan yang terjadi.

        Teheran menegaskan pasukan Angkatan Laut Iran akan merespons dengan menyerang target-target militer AS di kawasan apabila serangan serupa kembali dilakukan.

        Iran juga tetap bersikukuh memiliki kewenangan mengendalikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz sesuai kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya serta memperingatkan negara-negara Teluk agar tidak berpihak kepada AS.

        Baca Juga: Iran Diancam AS, JD Vance: Kekerasan Akan Dibalas dengan Kekerasan

        Garda Revolusi Iran menegaskan pihaknya telah memberikan respons terhadap tindakan Amerika Serikat dan siap memperluas serangan apabila konflik terus bereskalasi.

        "Namun, Amerika Serikat, dengan memprovokasi berbagai front, berupaya melanggar komitmen ini, dan tanggapan yang diperlukan telah diberikan dan akan terus diberikan. Jika agresi ini terulang, tanggapan kami akan lebih luas dari ini," kata Garda Revolusi Iran.

        Saling tuding pelanggaran gencatan senjata tersebut kini kembali meningkatkan ketegangan di Timur Tengah dan menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan di Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur penting distribusi minyak dan perdagangan internasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: