Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BCA Tantang Mahasiswa Ciptakan Inovasi Desa Wisata, Empat Ide Terbaik Siap Diimplementasikan

        BCA Tantang Mahasiswa Ciptakan Inovasi Desa Wisata, Empat Ide Terbaik Siap Diimplementasikan Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Bandung -

        Generasi muda kembali mendapat ruang untuk menghadirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap pengembangan ekonomi desa.

        Melalui program Genera-Z Berbakti 2026, Bakti BCA menantang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk merancang solusi yang dapat memperkuat daya saing desa wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

        Kompetisi tahun ini menghadirkan perubahan signifikan pada sistem penjurian. Delapan tim finalis tidak hanya dituntut memiliki gagasan yang inovatif, tetapi juga harus mampu menunjukkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi melalui tiga tahapan seleksi yang lebih kompetitif, yakni Idea Pitch, Think Tank, dan Head to Head.

        Pada tahap Idea Pitch, setiap tim memperoleh waktu 10 menit untuk mempresentasikan rancangan program yang akan diterapkan di desa wisata tujuan. Selanjutnya pada sesi Think Tank, peserta harus menjawab pertanyaan panelis hanya dalam waktu 60 detik, disusul kesempatan memberikan tanggapan singkat apabila mendapat respons lanjutan dari panelis.

        Adapun pada babak Head to Head, para finalis saling menguji kekuatan ide melalui adu argumen, tanya jawab, dan pembelaan terhadap solusi yang mereka tawarkan.

        Perubahan paling mencolok tahun ini adalah diterapkannya aturan bahwa setiap tahapan wajib diwakili oleh anggota tim yang berbeda. Kebijakan tersebut memberi kesempatan yang sama kepada seluruh anggota tim untuk menunjukkan kapasitas kepemimpinan, kemampuan komunikasi, dan penguasaan materi di hadapan panelis.

        Tessa dari tim DESA HIDUP Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung mengaku sempat gugup ketika mengetahui aturan baru tersebut.

        "Pengalaman ini justru menjadi momen berharga untuk membuktikan kemampuan dirinya dalam menjawab berbagai pertanyaan panelis secara meyakinkan,"katanya, Minggu (28/6/2026).

        Baca Juga: Gandeng BCA, ShopeePay Hadirkan Layanan Tarik Tunai Bebas Biaya di 20 Ribu ATM

        Pengalaman serupa dirasakan Faruq dari tim Laskar Selasik Universitas Gadjah Mada. Ia mengaku sempat merasa gugup sebelum akhirnya memilih fokus menyampaikan substansi proposal yang telah disusun bersama tim.

        Babak final dinilai oleh tiga panelis yang berasal dari latar belakang berbeda, yaitu Duta Bakti BCA Nicholas Saputra, entertainer sekaligus sociopreneur Cinta Laura Kiehl, serta ilmuwan dan wirausaha sosial Tri Mumpuni. Kehadiran ketiganya diharapkan mampu memberikan penilaian yang komprehensif terhadap kualitas gagasan sekaligus potensi implementasinya di lapangan.

        Cinta Laura Kiehl menilai keberhasilan program pengembangan desa tidak selalu bergantung pada banyaknya kegiatan yang dirancang. Menurutnya, proposal yang sederhana namun realistis, berkelanjutan, dan mampu menyelesaikan persoalan secara bertahap justru memiliki peluang lebih besar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa.

        Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan seluruh finalis memiliki potensi besar untuk menghasilkan program yang mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan desa wisata.

        "Perubahan format final dirancang agar setiap peserta dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya sekaligus menunjukkan kesiapan dalam mengimplementasikan gagasan secara berkelanjutan di lokasi yang menjadi sasaran program,"jelasnya

        Dari delapan tim finalis, empat tim terbaik akan memperoleh kesempatan merealisasikan proposalnya di empat desa wisata binaan Bakti BCA, yakni Desa Wisata Kreatif Terong di Kabupaten Belitung, Desa Wisata Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Desa Wisata Patakbanteng di Kabupaten Wonosobo, dan Desa Wisata Kakaskasen Dua di Kota Tomohon.

        Melalui Genera-Z Berbakti 2026, Bakti BCA mendorong lahirnya inovasi mahasiswa yang tidak hanya berhenti sebagai gagasan kompetisi, tetapi juga dapat diwujudkan menjadi program nyata untuk memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan kualitas desa wisata, dan membuka peluang usaha berkelanjutan bagi masyarakat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Saepulloh
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: