Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba BCA Tembus Rp29,5 Triliun, Kredit Pecah Rekor Lewati Rp1.000 Triliun

Laba BCA Tembus Rp29,5 Triliun, Kredit Pecah Rekor Lewati Rp1.000 Triliun Kredit Foto: BCA
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan tonggak baru pada semester I-2026 dengan penyaluran kredit yang untuk pertama kalinya menembus level Rp1.000 triliun. Di tengah perlambatan pendapatan bunga bersih, bank swasta terbesar di Indonesia itu tetap membukukan pertumbuhan laba bersih.

BCA membukukan laba bersih sebesar Rp29,5 triliun pada semester I-2026, meningkat 1,8% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp29 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut ditopang oleh kenaikan operating income sebesar 2,2% menjadi Rp55,8 triliun.

Sementara itu, total kredit yang disalurkan BCA mencapai Rp1.036 triliun, tumbuh 8% (yoy) dari Rp959 triliun pada semester I-2025. Pencapaian tersebut menjadi kali pertama portofolio kredit BCA melampaui angka Rp1.000 triliun.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan pertumbuhan kredit didorong oleh ekspansi pembiayaan produktif di berbagai sektor dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.

“Kinerja BCA juga didukung berbagai inisiatif, termasuk BCA Expoversary 2026,” kata Hendra dalam paparan publik kinerja semester I-2026 di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Dari total kredit tersebut, pembiayaan produktif menjadi motor utama dengan nilai mencapai Rp802 triliun, meningkat 11% (yoy). Pertumbuhan itu ditopang oleh kredit korporasi yang naik 13,6% menjadi Rp513,4 triliun, serta kredit komersial dan UKM yang meningkat 6,6% menjadi Rp288,5 triliun.

Di sisi lain, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) mengalami penurunan tipis 0,6% menjadi Rp42,4 triliun. Namun, pelemahan tersebut mampu diimbangi oleh pertumbuhan pendapatan nonbunga yang meningkat 11% menjadi Rp13,2 triliun, didorong oleh tingginya aktivitas transaksi perbankan dan pengembangan layanan digital.

Dari sisi pendanaan, dana murah atau current account saving account (CASA) tumbuh 10,2% menjadi Rp1.082 triliun. Kenaikan tersebut mendorong dana pihak ketiga (DPK) meningkat 7,9% menjadi Rp1.284 triliun.

Rasio CASA tercatat sebesar 84,3%, yang menunjukkan struktur pendanaan BCA tetap didominasi dana berbiaya rendah sekaligus menjaga likuiditas perusahaan.

Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur, BCA Harap Kepemimpinan BI Baru Mampu Jaga Stabilitas Perbankan

Baca Juga: Laba BCA Life Melonjak 53,75%, Jadi Rp53,68 Miliar pada Semester I 2026

Kualitas aset juga tetap terjaga. Hingga akhir Juni 2026, rasio Loan at Risk (LaR) berada di level 4,9%, sedangkan Non-Performing Loan (NPL) tercatat 1,9%.

Selain memperkuat bisnis inti, BCA juga melanjutkan ekspansi pembiayaan berkelanjutan. Portofolio green financing perseroan mencapai Rp123 triliun, meningkat 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan pembiayaan energi terbarukan sebesar 82% menjadi Rp7,7 triliun, serta kredit kendaraan listrik yang naik 25% menjadi Rp4 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri