Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tekanan Jual Menggila, IHSG Ditutup di Level 5.820

        Tekanan Jual Menggila, IHSG Ditutup di Level 5.820 Kredit Foto: Uswah Hasanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan hari ini. IHSG ditutup turun 75,34 poin atau 1,28% ke level 5.820,79, di tengah dominasi tekanan jual yang membuat 467 saham ditutup di zona merah, jauh lebih banyak dibandingkan 228 saham yang menguat, sementara 264 saham stagnan.

        Pelemahan IHSG terjadi setelah indeks sempat bergerak di level tertinggi 5.942,77 pada awal perdagangan. Namun tekanan jual terus meningkat sepanjang sesi hingga menyeret indeks ke level terendah 5.800,29 sebelum akhirnya ditutup di level 5.820,79.

        Data perdagangan menunjukkan aktivitas transaksi mencapai 14 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp9,081 triliun dan frekuensi perdagangan 1,213 juta kali. Seiring pelemahan indeks, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turun menjadi Rp10.182 triliun.

        Tekanan jual terjadi hampir merata di berbagai sektor. Sektor infrastruktur mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,58%, diikuti sektor basic industry yang turun 1,42%keuangan melemah 1,14%, transportasi terkoreksi 0,90%consumer cyclical turun 0,80%, dan consumer non-cyclical melemah 0,75%.

        Selanjutnya, sektor energi turun 0,48%kesehatan melemah 0,37%teknologi turun 0,35%, serta industri terkoreksi 0,31%. Di tengah pelemahan mayoritas sektor, hanya sektor properti yang masih mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,71%.

        Dari kelompok saham berkapitalisasi pasar terbesar, tekanan jual juga terjadi pada sejumlah emiten berpengaruh terhadap pergerakan indeks. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 4,05% menjadi Rp5.925 dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp723 triliun.

        Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 4,48% ke Rp3.200, sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 1,05% ke Rp2.840. Sementara itu, saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII)terkoreksi 0,82% ke Rp180.500. Adapun PT Bayan Resources Tbk (BYAN) ditutup stagnan di level Rp11.750.

        Baca Juga: Sempat Hijau, IHSG Terkoreksi Tipis ke 5.893 di Sesi Pembukaan Senin

        Baca Juga: IHSG Anjlok 4,55%, Asing Kabur Rp3,43 Triliun! Ini Saham Paling Cuan dan Boncos

        Baca Juga: Sinergi Kebijakan Fiskal-Moneter Dorong Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG

        Di jajaran saham penguat terbesar (top gainers), PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) memimpin dengan kenaikan 31,33%ke Rp218. Posisi berikutnya ditempati PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) yang naik 25% menjadi Rp360, disusul PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) yang menguat 19,43% ke Rp418.

        Sementara itu, daftar saham yang mengalami pelemahan terbesar (top losers) dipimpin oleh PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) yang anjlok 14,90% ke Rp1.770. Diikuti PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) yang turun 14,84% menjadi Rp109PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) dan PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) yang sama-sama melemah 14,71%, serta PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) yang terkoreksi 14,56%.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: