Kredit Foto: HAJJ
PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) membukukan pendapatan sebesar Rp944,96 miliar sepanjang 2025, meningkat 9,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti lonjakan laba kotor sebesar 198% menjadi Rp90,76 miliar, terutama ditopang oleh peningkatan kontribusi segmen hotel.
Kinerja tersebut disampaikan perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (25/6/2026). Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025 yang telah diaudit, segmen hotel menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp852,62 miliar atau sekitar 90% dari total pendapatan. Nilai tersebut meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp749,95 miliar.
Selain mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba kotor, perseroan juga membukukan laba bersih sebesar Rp6,04 miliar sepanjang 2025.
Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui seluruh laba bersih tahun buku 2025 dicatat sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi usaha dan operasional perseroan.
Memasuki kuartal I 2026, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp287,64 miliar, turun 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, efisiensi operasional mendorong peningkatan profitabilitas.
Pada periode tersebut, laba kotor meningkat 55% menjadi Rp63,80 miliar, sedangkan marjin laba kotor naik dari 12,62% menjadi 22,18%. Perseroan juga membukukan EBITDA sebesar Rp34,83 miliar dan laba bersih Rp22,09 miliar.
Direktur PT Arsy Buana Travelindo Tbk Agung Prabowo mengatakan peningkatan kinerja didorong oleh penguatan bisnis inti dan optimalisasi jaringan hotel.
“Kami terus mengembangkan jaringan hotel, memperluas kerja sama dengan mitra, serta berfokus pada penyediaan layanan bernilai tambah bagi jamaah. Strategi ini terbukti mampu menjaga pertumbuhan meski di tengah tantangan global,” ujar Agung.
Baca Juga: Kinerja Mei 2026 Solid, Strategi Bisnis Berkelanjutan Perkuat Pertumbuhan Bank Mandiri
Baca Juga: SSIA Tebar Dividen Rp23,5 Miliar, Optimistis Kinerja 2026 Meningkat
Baca Juga: Raih Kinerja Positif, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun ke Kas Negara
Sementara itu, Direktur Utama PT Arsy Buana Travelindo Tbk Saipul Bahri mengatakan dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang kembali meningkat pada awal 2026 belum memberikan dampak material terhadap operasional perseroan.
“Perseroan telah mengambil langkah-langkah mitigasi yang tepat untuk menjamin keamanan dan kenyamanan jamaah dalam setiap layanan yang kami berikan. Sejauh ini, dampak dinamika geopolitik tersebut terhadap kinerja Perseroan relatif minim,” katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: