Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ada Tujuan Pribadi Jokowi di Safari ke Lampung: Pesan ke Prabowo hingga Masa Depan PSI

        Ada Tujuan Pribadi Jokowi di Safari ke Lampung: Pesan ke Prabowo hingga Masa Depan PSI Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Safari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Lampung memunculkan beragam penilaian. Di tengah pernyataan yang mengaku hanya ingin bersilaturahmi dengan masyarakat, hal itu justru nilaiĀ  sarat dengan kepentingan politik, salah satunya terkait Presiden Prabowo Subianto dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

        Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari justru menilai safari politik kali ini menjadi awal upaya untuk mempertegas kekuatan politik dari Jokowi. Ia menilai aktivitas politikus itu pasca lengser dari kursi presiden sudah jauh berbeda dengan komitmen yang pernah disampaikannya kepada publik.

        Baca Juga: Bukan Gegara Pertandingan, Iran Klaim Pamit karena Dijegal Kebijakan Amerika di Piala Dunia 2026

        Menurut Feri, ada dua tujuan utama yang ingin dicapai Jokowi di Lampung. Tujuan pertama berkaitan dengan masa depan dari partai dan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep.

        Jokowi menurutnya sedang berupaya membangun basis dukungan sejak dini agar partai tersebut mampu memperoleh suara yang cukup besar pada pemilu mendatang dan berhasil menembus parlemen nasional.

        "Dia butuh untuk partai ini dapat angka-angka yang layak untuk masuk parlemen sedari dini untuk maju," ujar Feri, dikutip Selasa (30/6).

        Feri juga melihat safari politik kali ini memiliki pesan politik yang lebih luas. Menurutnya, mantan presiden itu ingin menunjukkan kepada berbagai pihak bahwa dirinya masih memiliki pengaruh dan tetap aktif dalam percaturan politik nasional, termasuk kepada Presiden Prabowo Subianto.

        "Sekaligus mau kasih tahu berbagai pihak bahwa dia masih bekerja, termasuk kepada Presiden Prabowo," tegasnya.

        Feri menegaskan bahwa secara hukum tidak ada aturan yang melarang seorang mantan presiden tetap aktif berpolitik. Namun, ia menyoroti aspek konsistensi terhadap pernyataan yang pernah disampaikan kepada publik oleh Jokowi.

        Menurut dia, persoalan utamanya bukan soal boleh atau tidaknya politikus itu turun ke politik praktis, melainkan soal kesesuaian antara ucapan dan tindakan.

        "Ya, kalau boleh tidak boleh, tentu boleh (berkegiatan politik). Patut tidak patut, tentu tidak patut. Kan orang harusnya jujur dengan perkataan kan sedari awal," katanya.

        Sebelumnya, Jokowi pernah secara terbuka menyatakan usai menjadi presiden, dirinya akan kembali menjadi warga biasa di Kota Solo. Pernyataan itu disampaikan saat ia menanggapi isu yang menyebut dirinya berpeluang menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

        Di November 2022, Jokowi juga pernah mengungkapkan keinginannya untuk fokus pada kegiatan di bidang lingkungan hidup setelah tak lagi menjabat sebagai kepala negara. Namun, belakangan arah aktivitas politiknya berubah cukup signifikan. Dalam sejumlah kesempatan, ia secara terbuka menyatakan akan bekerja keras untuk membesarkan PSI.

        Baca Juga: Ini Sederet Tuntutan Roy Suryo dalam Sidang Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi

        Safari Jokowi sendiri tahun ini dimulai dari Lampung hingga Jawa Barat. Bagi Feri Amsari, rangkaian kunjungan tersebut menunjukkan adanya strategi politik yang lebih besar, yakni memperkuat posisi kendaraan politik mantan presiden itu menjelang pemilu sekaligus memperlihatkan bahwa ia masih memiliki peran dan pengaruh dalam dinamika politik nasional setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: