Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rupiah Nyaris Sentuh Rp18.000 per Dolar AS Rabu Pagi

        Rupiah Nyaris Sentuh Rp18.000 per Dolar AS Rabu Pagi Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (1/7/2026). Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda dibuka di level Rp17.975 per dolar AS, melemah 68 poin atau 0,38 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp17.907 per dolar AS.

        Pelemahan tersebut membuat rupiah kembali mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS di tengah masih kuatnya permintaan terhadap mata uang Negeri Paman Sam.

        Selain rupiah, mayoritas mata uang Asia juga bergerak di zona merah terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini. 

        Peso Filipina melemah 0,42 persen, diikuti baht Thailand melemah 0,30 persen, rupee India melemah 0,13 persen, ringgit Malaysia juga melemah 0,10 perse.

        Selanjutnya, dolar Taiwan turut melemah 0,09 persen, yen Jepang melemah 0,07 persen, dan yuan China melemah 0,06 persen terhadap dolar AS.

        Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.906, Terseret Menyusutnya Surplus Perdagangan

        Baca Juga: Latihan Militer Dihapus, Negara Justru Bisa Hemat Triliunan Rupiah

        Di tengah dominasi dolar AS, hanya beberapa mata uang di kawasan yang berhasil mencatatkan penguatan. 

        Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan kinerja terbaik setelah menguat 0,60 persen terhadap dolar AS. Sementara itu, dolar Singapura menguat 0,13 persen dan dolar Hong Kong menguat tipis 0,01 persen.

        Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan moneter bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed). Ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap berada di level tinggi mendorong investor memburu aset berbasis dolar, sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk di kawasan Asia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: