Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kejar Standar Ketat Tiongkok, Barantin Rampungkan Sertifikasi 4.204 Rumah Walet

        Kejar Standar Ketat Tiongkok, Barantin Rampungkan Sertifikasi 4.204 Rumah Walet Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bisnis ekspor komoditas Sarang Burung Walet (SBW) ke pasar Tiongkok membutuhkan pemenuhan standar registrasi kepatuhan yang sangat ketat. Badan Karantina Indonesia (Barantin) terus memfasilitasi pendataan perizinan rumah produksi walet demi melancarkan arus ekspor pengusaha lokal.

        Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, mengatakan prospek ekspor SBW antara RI dan Tiongkok semakin menunjukkan sisi kemajuan. Dia menyebutkan sejumlah perusahaan SBW sudah terdaftar untuk melakukan ekspor baik di Barantin dan China Import Food Enterprises Registration (CIFER).

        “Data Barantin menunjukkan terdapat 75 perusahaan SBW terdaftar di Barantin, 50 perusahaan terdaftardi CIFER, dan 25 perusahaan masih dalam proses pendaftaran CIFER,” jelas Karding dalam keterangan persnya, Kamis (2/7/2026).

        Selain itu, Karding menerangkan catatan pembukuan Barantin hingga bulan Juni 2026 menunjukkan adanya lonjakan partisipasi perizinan dari para pelaku usaha komoditas hewani tersebut. Sebanyak 4.204 bangunan rumah walet di seluruh penjuru negeri dilaporkan telah sukses merampungkan proses registrasi sertifikasi kelayakan.

        Selain jumlah ribuan bangunan yang telah lolos verifikasi, masih terdapat ratusan fasilitas produksi lainnya yang mengantre perizinan. Otoritas karantina nasional mencatat ketersediaan 104 rumah walet tambahan yang saat ini masih berada dalam tahapan proses registrasi.

        “Hingga bulan Juni 2026 terdapat 4.204 rumah walet yang telah terregistrasi, dan 104 rumah walet dalam proses registrasi,” tutur Karding.

        Diketahui, dalam pertemuan Karding dengan eksportir Macaca hingga Sarang Burung Walet (SBW), Rabu 1 Juli 2026 kemarin, dia meyakini hubungan ekspor impor antara Indonesia – Tiongkok semakin cerah. Karding melaporkan, Otoritas bea cukai China, General Administration of Customs China (GACC) akan mengunjungi Indonesia pada pertengahan bulan Juli ini.

        "Barantin secara aktif terus melakukan langkah pembenahan, mulai dari memperkuat komunikasi dengan China, membenahi regulasi," kata Karding.

        Sebelumnya, Barantin mulai memperketat pengawasan terhadap ekspor sarang burung walet sebagai upaya memperbaiki kualitas produk yang dikirim ke Tiongkok. Karding mengatakan pemerintah saat ini fokus membenahi regulasi, memperkuat sistem quality control (QC), serta menjalin komunikasi dengan otoritas Tiongkok agar hambatan ekspor dapat segera diselesaikan.

        Baca Juga: 75 Perusahaan Sarang Burung Walet Bersiap Genjot Ekspor ke China

        Baca Juga: Jelang Kunjungan Otoritas China, Barantin Benahi Tata Kelola Ekspor Sarang Burung Walet

        "Kita memperkuat komunikasi dengan kedutaan kita yang ada di China. Yang kedua, melakukan pembenahan regulasi maupun treatment dalam rangka memperbaiki quality control yang ada di Indonesia," kata Karding di Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2026).

        Selain itu, Barantin juga mulai mengambil langkah terhadap perusahaan yang produknya belum memenuhi persyaratan ekspor ke China.

        Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan di dalam negeri sebelum tindakan diambil oleh otoritas China.

        "Sebelum di-suspend oleh China, kita ingin menunjukkan bahwa kita benar-benar serius menangani permasalahan-permasalahan dalam negeri," ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Muhammad Farhan Shatry
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: