Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pertalite Bakal Dibatasi, Orang Kaya Desil 9-10 Terancam Tak Bisa Beli BBM Subsidi

Pertalite Bakal Dibatasi, Orang Kaya Desil 9-10 Terancam Tak Bisa Beli BBM Subsidi Kredit Foto: Pertamina
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah mulai membahas pembatasan pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite. Kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi tinggi atau desil 9 dan 10 berpotensi tidak lagi diperbolehkan menikmati subsidi tersebut.

Rencana itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa setelah bertemu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Pembatasan juga berpeluang diterapkan berdasarkan klasifikasi kendaraan yang digunakan masyarakat.

"Jadi, tadi kita bahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertailte untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9-10. Supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap," ujar Purbaya.

Purbaya mengatakan pemerintah masih membahas teknis penerapan kebijakan tersebut. Pembatasan Pertalite kemungkinan mulai diterapkan sebelum 2027.

"Masih didiskusikan-masih didiskusikan. Sebelum tahun depan mungkin kita implementasikan," sambungnya.

Menurut Purbaya, pemerintah menilai sistem yang dimiliki Pertamina sudah cukup mendukung penerapan pembatasan subsidi. Pemerintah juga ingin memastikan subsidi BBM lebih tepat sasaran.

Bahlil mengatakan rencana tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin subsidi BBM diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

"Selama ini kan kita tahu teman-teman, sebagian subsidi tidak tepat sasaran. Masa orang kaya harus kita subsidi, contoh Pertalite, desil 9, desil 10 masih kena, masih dapat subsidi. Nah ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam Supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Dan ini kan sejalan dengan apa yang diarahkan oleh Bapak Presiden," ujarnya.

Bahlil menyebut masyarakat dengan kemampuan ekonomi tinggi seharusnya tidak menjadi penerima subsidi. Pemerintah kini masih mencari skema yang tepat agar pembatasan tersebut tidak menimbulkan persoalan dalam pelaksanaannya.

Saat ditanya mengenai mekanisme pembatasan, Bahlil mengatakan pemerintah masih melakukan kajian. Salah satu opsi yang dibahas adalah menggunakan jenis kendaraan sebagai salah satu indikator penerima subsidi.

Baca Juga: Pemerintah Kaji Pembatasan Pertalite, Bahlil: Masa BMW Pakai BBM Subsidi?

"Jadi gini Mas, nanti menyangkut pembatasan itu nanti kan ada jenis kendaraan. Jangan pakai BMW, pakai Mercy, masa pakai minyak subsidi itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri (Keuangan)," sambungnya.

Pembatasan tersebut nantinya diharapkan dapat mengurangi subsidi yang selama ini dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran. Pemerintah masih perlu mematangkan mekanisme sebelum kebijakan tersebut diterapkan kepada masyarakat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy