Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Baru 18 Tahun, Lamine Yamal Lewati Rekor Mbappe Jelang Lawan Portugal

        Baru 18 Tahun, Lamine Yamal Lewati Rekor Mbappe Jelang Lawan Portugal Kredit Foto: Instagram/Euro2024
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Lamine Yamal kembali menjadi sorotan setelah mengantar Spanyol melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 sekaligus memecahkan rekor milik Kylian Mbappe. Penampilan gemilang pemain berusia 18 tahun itu menjadi modal penting La Furia Roja sebelum menghadapi Portugal di fase gugur.

        Meski tidak mencetak gol maupun memberikan assist saat Spanyol mengalahkan Austria 3-0 di Stadion SoFi, Jumat (3/7/2026) dini hari WIB, Yamal tetap dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. Kontribusinya sepanjang laga dinilai menjadi faktor utama dominasi Spanyol.

        Berdasarkan data Opta, Yamal resmi menjadi pemain Eropa termuda dalam sejarah yang mencatatkan 10 kemenangan di ajang Piala Eropa dan Piala Dunia. Rekor tersebut sebelumnya dipegang Mbappe yang mencapai catatan serupa ketika berusia 23 tahun 355 hari.

        Yamal membukukan pencapaian itu saat usianya baru 18 tahun 354 hari. Artinya, ia mampu melampaui rekor Mbappe dengan selisih hampir lima tahun.

        Dominasi Yamal pada laga melawan Austria juga tercermin lewat statistik individunya. Ia mencatat akurasi umpan mencapai 90 persen, menciptakan dua peluang, memenangi lima duel, sukses melakukan lima dribel, serta membukukan 14 sentuhan di kotak penalti lawan yang menjadi angka tertinggi sepanjang pertandingan.

        Penghargaan pemain terbaik tersebut menjadi yang pertama diraih Yamal sepanjang penampilannya di Piala Dunia 2026. Pengakuan itu sekaligus menegaskan peran besarnya dalam skema permainan Spanyol meski namanya tidak masuk daftar pencetak gol.

        Tak hanya mematahkan rekor Mbappe, Yamal juga mencatat sejarah lain di Piala Dunia. Ia menjadi pemain termuda sejak 1966 yang mampu mencatat lebih dari 10 sentuhan di area penalti lawan dan lebih dari 10 aksi dribel dalam satu pertandingan turnamen tersebut.

        Produktivitas dribel Yamal sepanjang turnamen juga mencuri perhatian. Ia membukukan rata-rata 12 dribel sukses setiap 90 menit, menyamai capaian legenda Nigeria, Jay-Jay Okocha, yang telah bertahan sejak Piala Dunia 1998.

        Kembalinya performa terbaik Yamal menjadi kabar menggembirakan bagi Spanyol setelah sempat menuai kritik pada fase sebelumnya. Kini skuad asuhan Luis de la Fuente datang ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri yang jauh lebih tinggi.

        Baca Juga: Lamine Yamal Beri Peringatan ke Portugal, Spanyol Akui Belum Tampilkan Performa Terbaik

        Tantangan berikutnya pun tidak mudah karena Spanyol sudah ditunggu Portugal dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbesar di babak gugur. Pertemuan dua raksasa Eropa itu juga akan mempertemukan generasi baru yang dipimpin Yamal dengan pengalaman Cristiano Ronaldo yang masih menjadi andalan Portugal.

        Bagi Spanyol, performa Yamal menjadi harapan baru untuk terus melangkah dalam perburuan gelar juara dunia. Sementara bagi Portugal, keberhasilan Yamal memecahkan rekor Mbappe menjadi sinyal bahwa ancaman terbesar mereka di babak 16 besar datang dari pemain yang bahkan belum genap berusia 19 tahun.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: