Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemprov DKI Mulai Bebaskan Lahan Jalan Tembus Pasar Minggu, Sebagian Warga Langsung Bongkar Rumah

        Pemprov DKI Mulai Bebaskan Lahan Jalan Tembus Pasar Minggu, Sebagian Warga Langsung Bongkar Rumah Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai membebaskan lahan untuk proyek jalan sejajar rel yang menghubungkan Pasar Minggu dengan Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Sebagian besar warga telah menerima uang ganti rugi, tetapi masih ada yang memilih bertahan.

        Salah satunya Lukman, warga RT 12/RW 7, yang mengaku telah menjual tanah dan bangunannya. Ia menerima pembebasan lahan karena proyek tersebut dinilai untuk kepentingan umum.

        "Kemudian setelah datang, memang alasan utama sih untuk kepentingan umum ya. Jadi kita sebagai warga ya, karena alasan seperti itu ya nggak bisa apa-apa ya, karena untuk kepentingan umum," ujar Lukman, Minggu (5/7/2026).

        Menurut Lukman, besaran uang ganti rugi berbeda pada setiap bidang tanah. Ia menyebut rata-rata harga tanah dihitung sekitar Rp8 juta per meter persegi, sedangkan bangunan sekitar Rp2 juta per meter persegi.

        Warga yang telah menerima pembayaran kini mulai membongkar rumahnya. Sementara itu, warga yang belum sepakat masih menempati lahannya.

        Berbeda dengan Lukman, Fitriyanto memilih menolak nilai ganti rugi yang ditawarkan. Ia menilai bangunan permanen miliknya memiliki nilai lebih tinggi dibanding bangunan lain di kawasan tersebut.

        "Bangunan saya itu bangunan paling bagus di tempat, dari ujung Lebak sampai ini bangunan saya paling bagus, yang tingkat permanen. Disamain sama bangunan lama harganya, Rp 2 juta per meter. Ya saya rugilah," ujarnya.

        Baca Juga: Pramono Anung Siapkan 'LPDP Lokal' Jakarta Mulai 2027

        Fitriyanto mengaku telah mengajukan gugatan ke pengadilan. Ia berharap nilai ganti rugi tanah dan bangunannya dapat ditinjau kembali.

        Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pembangunan jalan tembus Pasar Minggu-Tanjung Barat menjadi salah satu proyek prioritas. Ia menyebut proyek tersebut telah tertunda selama bertahun-tahun dan belum rampung meski sudah melewati beberapa pergantian gubernur.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: