Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PSI Gagal DPR, Tapi Dana Jumbo: Kok Bisa?

        PSI Gagal DPR, Tapi Dana Jumbo: Kok Bisa? Kredit Foto: Instagram/Chusnul Chotimah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pegiat media sosial Chusnul Chotimah mempertanyakan sumber dana Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dinilai mampu membiayai berbagai agenda politik besar.

        Chusnul menyoroti bahwa pada Pemilu 2024, PSI tercatat sebagai partai dengan dana kampanye terbesar ketiga. Kemudian pada 2025, PSI sudah mulai menggelar kegiatan politik di banyak daerah. Memasuki 2026, PSI bahkan menggelar safari politik bersama Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) ke berbagai wilayah Indonesia.

        "Pemilu 2024 Dana kampanye PSI terbesar ke 3. 2025 PSI sudah bikin kegiatan politik di banyak daerah. 2026 PSI safari politik seluruh Indonesia dengan Jokowi. Tiap daerah yang dikunjungi bikin bbrp acara. Begini sampai 2029," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Senin (6/7).

        Ia mempertanyakan bagaimana mungkin partai yang tidak lolos ke DPR bisa memiliki anggaran sebesar itu. "Ada yang tau dari mana?" tandasnya.

        Sebagai informasi, laporan resmi KPU RI pasca-Pemilu 2024 menunjukkan belanja kampanye PSI yang dipimpin Kaesang Pangarep menduduki peringkat ketiga terbesar secara nasional.

        Baca Juga: Jokowi Berani Safari ke 'Kandang Banteng', PDIP: Waktu jadi Presiden Saja Gagal Loloskan PSI

        Sepanjang 2025, PSI melakukan konsolidasi masif di berbagai daerah, termasuk rebranding dengan deklarasi sebagai “Partai Super Tbk” (Partai Super Terbuka). Langkah ini diikuti pembentukan pengurus baru serta safari wilayah untuk memperkuat struktur kepengurusan hingga tingkat kabupaten/kota.

        Memasuki pertengahan 2026, PSI bersama Jokowi memulai safari politik dari Lampung selama tiga hari berturut-turut, yang kemudian dijadwalkan berlanjut ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Barat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: