Kredit Foto: Austindo
PT Perkebunan Nusantara III mencatat peningkatan kinerja operasional sepanjang 2025. Hal itu terlihat dari kenaikan produktivitas dan produksi pada sejumlah komoditas utama, yakni kelapa sawit, tebu, karet, teh, dan kopi dibandingkan capaian 2024.
"Kalau kita perhatikan dari empat komoditi pada dasarnya capaian produksi lebih tinggi dari RKAP dan target tahun sebelumnya," ujar Plt Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III, Iswahyudi, dalam rapat kerja besama DPR, Senin (6/7/2026).
Untuk komoditas kelapa sawit, produktivitas crude palm oil (CPO) mencapai 4,80 ton per hektare, meningkat 104,43 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara produksi tandan buah segar (TBS) tercatat 12,26 juta ton atau 103,90 persen secara tahunan, sedangkan produksi CPO mencapai 2,69 juta ton atau naik 104,00 persen.
Pada komoditas tebu, produktivitas mencapai 67,29 ton per hektare atau 103,18 persen dibandingkan 2024. Produksi tebu yang digiling mencapai 14,29 juta ton, meningkat menjadi 119,36 persen, sementara produksi gula mencapai 882,55 ribu ton atau 103,68 persen.
Sementara itu, produktivitas karet mencapai 1.077 kilogram per hektare, naik 104,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi karet tercatat 123,38 ribu ton, atau 98,23 persen dari realisasi tahun 2024.
Untuk komoditas teh, produktivitas meningkat menjadi 2.082 kilogram per hektare atau 108,87 persen dibandingkan 2024. Produksi teh mencapai 43.195 ton, atau 95,29 persen dari capaian tahun sebelumnya.
Adapun produktivitas kopi mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 350,44 kilogram per hektare atau 114,91 persen dibandingkan tahun 2024. Peningkatan tersebut turut mendorong produksi kopi menjadi 2,95 ribu ton, atau 118,41 persen secara tahunan.
Baca Juga: Amran Turun Tangan, Ratusan Perusahaan Sawit Ketar-Ketir! Harga TBS Akhirnya Balik Naik
Lebih lanjut, seluruh target produksi pada tahun ini diproyeksikan meningkat dibandingkan realiasai 2025. Untuk komoditas CPO ditargetkan mencapa 2,89 juta ton atau meningkat 110,41 persen dari rata-rata historisnya.
Sementara gula milik, mengalami lonjakan target tertinggi dibandingkan rata-rata historisnya, yaitu mencapai 600.825 ton atau naik 125,7 persen.
Kemudian untuk karet dan teh kering, keduanya juga diproyeksikan bakal tumbuh stabil di atas rata-rata storis. Adapun masing-masing 144.239 ton dan 49.453 ton.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra