Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Memperkuat Aliansi Sawit untuk Menjaga Daya Saing Indonesia

Oleh: Saleh Husin - Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian

Memperkuat Aliansi Sawit untuk Menjaga Daya Saing Indonesia Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sawit merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia. Karena itu, menjaga daya saing industri sawit tidak cukup hanya melalui kebijakan di dalam negeri, tetapi juga membutuhkan kerja sama yang lebih kuat dengan negara-negara produsen sawit lainnya.

Penguatan aliansi antarnegara produsen menjadi langkah strategis untuk meningkatkan posisi tawar Indonesia di pasar global. Melalui kerja sama tersebut, negara-negara produsen dapat menghadapi berbagai hambatan perdagangan, menjaga akses pasar, sekaligus mendorong stabilitas pasar sawit dunia. Upaya ini juga penting agar kepentingan bersama negara produsen dapat diperjuangkan secara lebih efektif di tengah meningkatnya tantangan perdagangan internasional.

Dalam konteks tersebut, peran Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) menjadi semakin penting. Selama ini, CPOPC telah berfungsi sebagai wadah koordinasi negara-negara produsen sawit untuk menyuarakan kepentingan bersama dan memperkuat posisi komoditas sawit dalam perdaganganglobal.

Namun, peran organisasi tersebut perlu ditingkatkan. CPOPC tidak cukup hanya menjadi forum dialog, tetapi juga harus mampu menghasilkan langkah-langkah konkret melalui diplomasi perdagangan, penguatan standar keberlanjutan, promosi sawit, pengembangan pasar baru, hingga kolaborasi riset antarnegeri.

Penguatan fungsi tersebut menjadi penting mengingat ekspor sawit Indonesia bernilai lebih dari US$20 miliar per tahundan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penerimaan devisa nasional. Karena itu, setiap upaya memperkuat daya saing sawit di pasar global juga berarti menjaga salah satu sumber utama penerimaan negara.

Pemerintah juga memiliki peran strategis dalam memperkuat kerja sama internasional tersebut. Dalam hal ini, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dapat berfungsi sebagai katalisator dengan memanfaatkan dana sawit untuk mendukung berbagai program kerja sama lintas negara.

Pemanfaatan dana tersebut dapat diarahkan untuk membiayai riset bersama, memperkuat promosi dan diplomasi sawit, meningkatkan standar keberlanjutan, membuka pasar-pasar baru, serta mendorong pertukaran teknologi dengan negara-negara produsen lainnya.

Dengan pendekatan tersebut, dana sawit tidak hanya berfungsi mendukung program-program domestik, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia dalam tata kelola sawit global. Pada saat yang sama, langkah tersebut dapat membantu menjaga keberlanjutan industri sawit nasional sekaligus mengamankan sumber devisa Indonesia dalam jangka panjang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri