Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Lawan Penolakan Amerika, Iran Ngotot Akan Terapkan Kebijakan Tarif Kapal di Selat Hormuz

        Lawan Penolakan Amerika, Iran Ngotot Akan Terapkan Kebijakan Tarif Kapal di Selat Hormuz Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Iran menegaskan tetap akan mengenakan tarif layanan terhadap kapal-kapal yang melintasi wilayah dari Selat Hormuz. Hal itu akan dikenakannya usai perang dari Iran dan Amerika Serikat (AS).

        Duta Besar Iran untuk China, Abdolreza Rahmani Fazli menegaskan pihaknya tetap akan mengatur jalur pelayaran strategis dunia tersebut meski mendapatkan sejumlah penolakan, termasuk dari Amerika Serikat.

        Baca Juga: Iran Ungkap Bukti Kemenangan Perjuangannya Melawan Amerika Serikat: Mereka Akhirnya Dipaksa...

        "Hormuz merupakan bagian dari perairan teritorialnya, kami pasti akan mengenakan biaya layanan," kata Abdolreza Rahmani Fazli di Forum Perdamaian Dunia, dikutip Selasa (7/7).

        Diketahui, Iran dan Amerika Serikat berdasarkan kesepakatan awal sepakat untuk menghentikan perang, kapal-kapal komersial masih diperbolehkan melintas tanpa biaya selama 60 hari di Selat Hormuz. Namun, Iran memastikan kebijakan tersebut hanya bersifat sementara.

        Ia menegaskan biaya tersebut bukan merupakan pungutan tol, melainkan biaya pelayanan yang berkaitan dengan pengelolaan jalur pelayaran internasional.

        Menurut Rahmani Fazli, Iran saat ini tengah berkoordinasi dengan negara tetangganya untuk menyusun mekanisme baru pengelolaan dari Selat Hormuz.

        Pengaturan tersebut akan mencakup jaminan keamanan pelayaran, pengawasan lalu lintas kapal, hingga penanganan dampak lingkungan akibat tingginya aktivitas pelayaran.

        "Pengaturan baru ini akan berkaitan dengan jaminan keamanan jalur pelayaran, pengawasan jalur pelayaran kapal, dan juga menjamin serta menangani konsekuensi lingkungan dari banyaknya kapal," ujarnya.

        Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair global melewati kawasan tersebut setiap harinya.

        Sebelumnya, Iran sempat memblokade hampir seluruh akses Selat Hormuz. Hal tersebut memicu lonjakan harga energi dunia selama perang negara tersebut dengan Amerika Serikat.

        Baca Juga: Respons Jokowi Soal Ijazah Bikin Publik Ingat Soal Kebo Bertuliskan SBY: Dulu Tak Ada Pemidanaan...

        Blokade itu kemudian dicabut setelah kedua negara mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik. Kini kedua negara masih melanjutkan negosiasi guna mencapai penyelesaian permanen.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: