Kredit Foto: Dokumentasi Perum Bulog
Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, menggelar forum dialog terbuka bersama perangkat desa dan warga pemukiman terdekat. Pertemuan ini difungsikan untuk mematangkan skema penanganan gangguan hama di lingkungan agar berjalan optimal dan kolaboratif.
“Kami mengapresiasi perhatian dan masukan dari masyarakat. Bulog berkomitmen memberikan respons cepat terhadap setiap permasalahan yang muncul di lapangan. Kehadiran kami di Karawang adalah untuk memastikan langkah penanganan berjalan dengan baik, sekaligus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak agar kondisi ini dapat segera ditangani secara optimal,” jelas Afdal dalam keterangan persnya, Selasa (7/7/2026).
Menurut Afdhal, masukan dari warga diposisikan sebagai bahan baku evaluasi krusial bagi peningkatan mutu pelayanan publik. Bulog segera melakukan langkah-langkah penanganan melalui peningkatan pengendalian hama di kawasan pergudangan, termasuk pelaksanaan spraying dan fogging yang dikoordinasikan bersama masyarakat dan pihak-pihak terkait.
“Kami tidak hanya fokus pada penyelesaian jangka pendek, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh agar pengelolaan gudang semakin baik. Bulog berkomitmen menjaga kualitas Cadangan Pangan Pemerintah sekaligus memastikan keberadaan gudang memberikan manfaat dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar,” sambung Afdhal.
Baca Juga: Bulog Cabut Izin PT KMR Usai Temuan MinyaKita Berbau Solar
Baca Juga: Pengamat Sebut Beras SPHP Gagal Tekan Harga, Bulog Simpan 5,2 Juta Ton Stok
Penguatan sinergi dengan pemerintah daerah menjadi agenda lanjutan demi menjaga transparansi pengelolaan aset negara. Sifat responsif ini diharapkan mampu mengukuhkan peran Bulog sebagai penyedia logistik yang ramah lingkungan.
Sekedar informasi, warga di sekitar kawasan Gudang Genesis Tunggakjati, Karawang, mengeluhkan serangan hama kutu beras yang diduga berasal dari kompleks pergudangan.
Dikutip dari akun Instagram @karawangrayamedia, hama jenis tribolium tersebut dilaporkan mulai keluar dari area perimeter luar gudang dan mengganggu kenyamanan warga, terutama di kawasan pemukiman yang berdekatan dengan komplek tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Dwi Aditya Putra