Faik Fahmi Jadi Bos Pelita Air, Ini Rekam Jejaknya di Garuda hingga InJourney Airports
Kredit Foto: IG @faik_fahmi
Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura I (AP I), Faik Fahmi, ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Pelita Air Service. Penunjukan mantan pengelola jaringan bandara AP I yang kini terintegrasi dalam InJourney Airports itu dikonfirmasi Indonesia National Air Carriers Association (INACA) melalui pernyataan resmi.
“Indonesia National Air Carriers Association (INACA) beserta seluruh pengurus dan anggotanya menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Bapak Faik Fahmi atas kepercayaan yang diberikan sebagai Direktur Utama PT Pelita Air,” tulis INACA dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
INACA menyebut pengangkatan Faik diharapkan memperkuat pertumbuhan Pelita Air dan kontribusinya terhadap konektivitas nasional. Namun, INACA tidak memerinci tanggal efektif pengangkatan maupun keputusan korporasi yang mendasari penunjukan tersebut.
Faik Fahmi memiliki latar belakang karier di sejumlah BUMN sektor transportasi. Lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini memulai kariernya di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dengan posisi terakhir sebagai Direktur Layanan pada periode April 2012 hingga Desember 2014. Sebelum menduduki jabatan direksi, ia pernah menjadi General Manager Garuda Indonesia cabang Yogyakarta dan Denpasar.
Pada Januari 2015 hingga September 2016, Faik beralih ke industri pengelola bandara dengan menjabat sebagai Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Angkasa Pura II. Di posisi ini, ia terlibat dalam operasional komersial Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Kariernya berlanjut ke sektor transportasi laut saat ditunjuk sebagai Direktur Usaha Pelabuhan hingga menjadi Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) pada periode 2016–2017. Selama di ASDP, ia memimpin pemberlakuan sistem tiket elektronik di lintasan Merak–Bakauheni.
Faik kemudian kembali ke sektor aviasi sebagai Direktur Utama PT Angkasa Pura I dari 22 Desember 2017 hingga masa integrasi holding bandara InJourney Airports pada akhir 2024. Dalam periode tersebut, AP I mengoperasikan beberapa bandara baru seperti Yogyakarta International Airport (YIA), Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, serta menghadapi fase penurunan trafik akibat pandemi COVID-19.
Baca Juga: Rafli Yandra Dicopot dari KAI, Mantan Dirut Pelita Air Jadi Direktur Komersial
Baca Juga: Baru Tiga Bulan Menjabat, Kenapa Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Mundur?
Faik juga pernah menduduki sejumlah jabatan komisaris pada entitas yang terkait dengan Garuda Indonesia, Angkasa Pura, dan ASDP. Ia menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Bina Nusantara pada 2020.
Asal tahu saja, Pelita Air merupakan maskapai penerbangan yang berada dalam kelompok usaha PT Pertamina (Persero). Sebelumnya, kursi Direktur Utama Pelita Air diisi Dendy Kurniawan. Dendy kemudian bergeser ke PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sebagai Direktur Komersial melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 30 Juni 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: