- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IHSG Anjlok 34,74% Sejak Awal Tahun, Investor Baru Malah Bertambah 1,21 Juta dalam Sebulan
Kredit Foto: Uswah Hasanah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 28,96 juta pada Juni 2026, bertambah 1,21 juta investor dalam sebulan dan tumbuh 42,22% sejak awal tahun. Pertumbuhan jumlah investor terjadi ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 34,74% secara tahun berjalan ke level 5.643,19 pada akhir Juni 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan pasar saham domestik masih berada dalam fase konsolidasi sepanjang Juni. Kondisi itu dipengaruhi ketidakpastian global, persepsi investor terhadap kondisi dan kebijakan domestik, serta penyesuaian portofolio investor.
“Pasar saham domestik pada Juni 2026 masih berada pada fase konsolidasi. Hal ini dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global, persepsi investor atas kondisi dan kebijakan domestik serta adanya penyesuaian atau rebalancing portfolio investor,” ujar Hasan, dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Juni 2026, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
IHSG ditutup pada level 5.643,19 pada akhir Juni 2026. Indeks tersebut turun 7,9% secara bulanan dan terkoreksi 34,74% sejak awal tahun. Memasuki awal Juli, OJK mencatat tekanan pasar mulai mereda, sementara resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik tetap terjaga.
Rata-rata nilai transaksi harian saham pada Juni tercatat Rp22,23 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp22,86 triliun pada Mei 2026. Investor asing membukukan penjualan bersih saham sebesar Rp19,63 triliun selama Juni.
Di tengah koreksi pasar saham, fungsi pembiayaan pasar modal tetap berjalan. Nilai penghimpunan dana oleh korporasi melalui pasar modal mencapai Rp112,67 triliun sepanjang semester I-2026. OJK juga mencatat terdapat 11 rencana penawaran umum dalam antrean.
"Pada pembiayaan alternatif, total dana yang dihimpun melalui securities crowdfunding mencapai Rp1,98 triliun hingga Juni 2026," tambah Hasan.
Baca Juga: OJK Denda 100 Pelaku Pasar Modal Rp86,26 Miliar, Cabut Izin Satu Perusahaan
Baca Juga: Asing Jual Saham Rp19,63 Triliun, Tapi Borong SBN Rp22,43 Triliun
OJK menyatakan terus memperkuat koordinasi dengan lembaga penyelenggara pasar dan pemangku kepentingan untuk memastikan perdagangan, manajemen risiko, serta penyelesaian transaksi berjalan baik. Regulator menilai kebijakan stabilisasi pasar yang berlaku masih relevan dan efektif dalam menjaga stabilitas serta kepercayaan pasar.
Pada Juni 2026, MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Markets. Dalam Global Market Accessibility Review, 16 dari 18 kriteria penilaian Indonesia memperoleh status no issues atau no major issues, sedangkan dua kriteria lainnya masih memerlukan perbaikan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: