Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        AS Cabut Izin Ekspor Minyak Iran usai Serangan Kapal Tanker di Selat Hormuz

        AS Cabut Izin Ekspor Minyak Iran usai Serangan Kapal Tanker di Selat Hormuz Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat (AS) kembali memperketat tekanannya terhadap Iran dengan mencabut izin ekspor minyak yang sebelumnya diberikan melalui kesepakatan sementara dalam Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad. Keputusan itu diambil setelah memanasnya kembali situasi keamanan di Selat Hormuz menyusul serangkaian serangan terhadap kapal-kapal tanker.

        Seorang pejabat Amerika Serikat menegaskan pencabutan izin tersebut merupakan respons atas tindakan Iran yang dinilai mengancam pelayaran internasional di jalur strategis tersebut.

        "Iran hanya akan menuai keuntungan jika mereka menunjukkan perilaku yang baik. Tindakan Iran di Selat Hormuz sama sekali tidak dapat diterima oleh AS dan akan ditindaklanjuti dengan konsekuensi," kata seorang pejabat AS, Rabu (8/7/2026).

        Ketegangan meningkat setelah sebuah kapal tanker gas alam cair (LNG) dan kapal tanker minyak dilaporkan menjadi sasaran serangan di atau dekat Selat Hormuz pada Selasa (7/7). Informasi tersebut disampaikan oleh kelompok angkatan laut yang dipimpin Amerika Serikat melalui pembaruan keamanan kepada kapal-kapal dagang yang beroperasi di kawasan Timur Tengah.

        Pihak berwenang memperingatkan bahwa ancaman terhadap kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz berpotensi meningkat seiring memburuknya hubungan antara Washington dan Teheran.

        Sebelumnya, Departemen Keuangan AS sempat mencabut sanksi terhadap minyak Iran hingga 21 Agustus 2026. Kebijakan itu merupakan bagian dari kesepakatan sementara setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati pembukaan kembali Selat Hormuz bulan lalu.

        Melalui kebijakan tersebut, minyak mentah Iran diizinkan masuk ke pasar Amerika Serikat dan pembayaran kepada Teheran dapat dilakukan menggunakan dolar AS.

        Sebagai bagian dari kesepakatan, Iran juga berjanji memberikan jalur aman bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Namun, belakangan Teheran meminta kapal komersial menggunakan jalur utara yang berada di bawah kendalinya dan kemudian dilaporkan menyerang kapal-kapal yang tetap melintas melalui koridor selatan yang dijaga Angkatan Laut AS di sepanjang pesisir Oman.

        Baca Juga: AS Balas Iran Serang Selat Hormuz, Ledakan Mengguncang Qeshm hingga Bandar Abbas

        Analis intelijen maritim senior Windward, Michelle Wiese Bockmann, menilai langkah Iran merupakan bagian dari strategi untuk menekan jalur pelayaran internasional dan mengirimkan pesan kepada negara-negara produsen minyak di kawasan Teluk.

        "Ini adalah bagian dari kampanye sporadis yang ditargetkan oleh Iran untuk menggoyahkan koridor selatan tersebut dan mengirim pesan kepada produsen negara-negara Teluk yang tidak mengirimkan minyak mereka melalui koridor utara tersebut," kata Michelle Wiese Bockmann.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: