Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kementerian PU Gandeng Brantas Abipraya Tangani Infrastruktur Pascabencana Sumatera

        Kementerian PU Gandeng Brantas Abipraya Tangani Infrastruktur Pascabencana Sumatera Kredit Foto: Brantas Abipraya
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Brantas Abipraya (Persero) mengerjakan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Pekerjaan mencakup normalisasi alur sungai melalui pengerukan sedimentasi serta perkuatan tebing untuk mengurangi risiko banjir, erosi, dan longsor di kawasan terdampak.

        Di Sumatera Barat, penanganan mencakup 10 wilayah, yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Pasaman Barat, serta Kota Bukittinggi, Payakumbuh, Pariaman, dan Padang.

        Brantas Abipraya juga mengerjakan pembukaan alur sungai di Desa Rantobi, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Di Sumatera Barat, pekerjaan serupa dilakukan di Batang Bayang, Batang Lengayang, dan Batang Palangai, Kabupaten Pesisir Selatan.

        Pekerjaan normalisasi dilakukan melalui pengerukan sedimentasi untuk memulihkan kapasitas aliran sungai dan menekan risiko banjir di wilayah sekitar. Selain itu, perusahaan melakukan perkuatan tebing menggunakan bronjong di Desa Pisang Palah, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, untuk melindungi kawasan permukiman dari longsor dan erosi.

        Sekretaris Perusahaan Brantas AbiprayaDian Sovana mengatakan pekerjaan tersebut diarahkan untuk mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur terhadap bencana.

        “Setiap pembangunan yang kami laksanakan dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana ini merupakan bagian dari komitmen Brantas Abipraya untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih siap menghadapi bencana, sekaligus mendukung percepatan pemulihan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak. Kami bekerja sama dengan Kementerian PU untuk memastikan setiap pekerjaan, mulai dari normalisasi alur sungai hingga perkuatan tebing, benar-benar menjawab kebutuhan warga di lapangan,” ujar Dian.

        Baca Juga: Brantas Abipraya Kebut PSN Bendungan Bulango Ulu, Progres Tembus 94,99%

        Baca Juga: Brantas Abipraya Dorong Infrastruktur yang Buka Ruang Ekonomi Masyarakat

        Baca Juga: Brantas Abipraya dan 7 BUMN Jalankan Blue Impact untuk Ekonomi Pesisir Lampung

        Penanganan pascabencana menjadi bagian dari upaya pemerintah memulihkan fungsi infrastruktur dasar di wilayah terdampak, termasuk sistem pengendalian banjir dan perlindungan kawasan permukiman. Kementerian PU dan Brantas Abipraya belum memerinci nilai kontrak, sumber pembiayaan, durasi pengerjaan, maupun target penyelesaian setiap paket pekerjaan di Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

        Dian mengatakan rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik infrastruktur, tetapi juga pemulihan rasa aman dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.

        “Kami ingin masyarakat di Sumatera Barat dan Sumatera Utara merasakan bahwa pemulihan ini nyata, bukan hanya perbaikan fisik, tetapi juga pemulihan rasa aman dan keberlangsungan aktivitas sehari-hari. Ini adalah bagian dari cara kami melayani sepenuh hati untuk Indonesia yang lebih tangguh,” tambah Dian.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: